Pihak kejaksaan Ekuador secara resmi mendakwa mantan Menteri Dalam Negeri, Patricio Carrillo, terkait kasus pembunuhan kandidat presiden Fernando Villavicencio. Dakwaan ini menambah daftar panjang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi brutal yang mengguncang negara Amerika Selatan tersebut.
Selain Carrillo, enam orang lainnya juga menghadapi tuduhan memiliki peran tidak langsung dalam pembunuhan Villavicencio. Salah satu yang turut didakwa adalah pemimpin kartel narkoba Los Lobos, sebuah organisasi kriminal yang diduga kuat berada di balik serangkaian kejahatan di Ekuador.
Fernando Villavicencio, seorang jurnalis investigatif yang beralih menjadi politikus, ditembak mati pada 9 Agustus 2023, setelah menghadiri sebuah kampanye pemilihan presiden di ibu kota Quito. Kematiannya menimbulkan gelombang kecaman internasional dan memicu kekhawatiran mendalam mengenai keamanan di Ekuador, yang tengah berjuang melawan lonjakan kejahatan terkait kartel.
Dalam sebuah pernyataan resmi, jaksa penuntut umum menyatakan bahwa bukti yang terkumpul mengarah pada keterlibatan Patricio Carrillo dalam kasus ini. Meskipun detail spesifik mengenai peran Carrillo belum sepenuhnya diungkapkan kepada publik, dakwaan ini menandai eskalasi signifikan dalam penyelidikan yang telah berjalan.
Pihak berwenang telah menangkap beberapa tersangka tak lama setelah pembunuhan tersebut, termasuk beberapa individu yang diduga merupakan anggota langsung dari kartel Los Lobos. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan di balik pembunuhan yang mengejutkan ini dan memastikan semua pihak yang bertanggung jawab diadili.
Kematian Villavicencio terjadi di tengah periode pemilihan presiden yang intens di Ekuador, yang semakin memperburuk ketegangan politik dan sosial di negara tersebut. Pihak berwenang berjanji untuk menuntaskan investigasi ini demi mengembalikan kepercayaan publik dan menegakkan supremasi hukum.
