Seorang mantan anggota parlemen Thailand, Chalong Riewrang, dilaporkan membuat pengakuan mengejutkan dalam sebuah siaran langsung di platform YouTube. Ia diduga telah menembak mati seorang pejabat negara.
Dalam rekaman yang beredar, Chalong Riewrang terdengar menyatakan bahwa dirinya telah melakukan penembakan tersebut. Kejadian ini sontak menimbulkan kehebohan dan menarik perhatian publik serta pihak berwenang.
Menurut laporan, insiden penembakan yang melibatkan Chalong Riewrang terjadi pada hari Selasa, 28 Mei 2024. Korban tewas dalam peristiwa tersebut adalah seorang pejabat pemerintah. Chalong Riewrang, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota parlemen dari Partai Bhumjaithai, kemudian memilih untuk menyampaikan pengakuannya melalui siaran langsung di akun YouTube pribadinya.
Dalam video tersebut, Chalong Riewrang memberikan keterangan rinci mengenai aksinya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menembak pejabat tersebut. Pernyataan ini menjadi sorotan utama karena diucapkan langsung oleh terduga pelaku di depan publik melalui media sosial.
Pihak kepolisian Thailand segera menindaklanjuti pengakuan yang disiarkan secara daring tersebut. Penyelidikan mendalam pun telah dilancarkan untuk memverifikasi kebenaran pengakuan Chalong Riewrang dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Motif di balik tindakan dugaan pembunuhan ini masih menjadi fokus utama dalam investigasi yang sedang berlangsung.
Chalong Riewrang sendiri sebelumnya dikenal sebagai politisi yang cukup aktif. Ia pernah menjabat sebagai anggota parlemen yang mewakili wilayah Chaiyaphum. Namun, karir politiknya kini dihadapkan pada masalah hukum yang serius akibat dugaan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan ini.
Kasus ini menunjukkan bagaimana media sosial, termasuk platform seperti YouTube, dapat menjadi sarana penyampaian informasi yang cepat, bahkan dalam pengakuan tindak pidana. Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan membawa keadilan bagi korban.
