Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
DUNIA

Lula ‘Balas Telak’ Trump: Brasil Takkan Jadi ‘Pembajak’ di Selat Hormuz

Oleh Heni Maulidya July 14, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, melontarkan tanggapan keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan Trump yang meminta imbalan 20 persen dari setiap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz langsung dibalas telak oleh Lula.

Lula menegaskan bahwa Brasil tidak akan pernah setuju dengan proposal tersebut. Ia mengibaratkan permintaan Trump sebagai tindakan pembajakan yang tidak dapat diterima oleh negara berdaulat.

“Brasil tidak akan pernah menjadi pembajak,” tegas Lula dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Selasa (4/6/2024). Pernyataan ini sekaligus menjadi penolakan tegas terhadap usulan Trump yang dinilai merugikan negara lain.

Sebelumnya, Donald Trump mengemukakan ide kontroversial tersebut. Ia menginginkan Amerika Serikat mendapatkan bagian keuntungan sebesar 20 persen. Nilai ini dihitung dari setiap kapal tanker yang berlayar melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Sebagian besar pasokan minyak mentah global melintasi perairan sempit ini. Kontrol atau pengaruh atas selat ini memiliki implikasi besar bagi ekonomi global.

Lula melihat usulan Trump sebagai upaya eksploitasi yang tidak berdasar. Ia berargumen bahwa Brasil memiliki kedaulatan dan hak untuk menentukan kebijakan maritimnya sendiri. Negara-negara lain seharusnya tidak dipaksa membayar untuk akses yang seharusnya bebas.

Reaksi Presiden Brasil ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang tajam antara kedua pemimpin negara tersebut. Trump kerap kali mengedepankan pendekatan transaksional dalam hubungan internasional. Sementara itu, Lula lebih menekankan prinsip kedaulatan dan kerja sama yang setara antarnegara.

Lula tidak merinci lebih lanjut mengenai langkah-langkah diplomatik apa yang akan diambil Brasil. Namun, penolakan tegas ini mengindikasikan bahwa Brasil siap membela kepentingannya di kancah internasional. Pernyataan tersebut juga menjadi sinyal kuat bagi negara lain yang mungkin merasa terancam oleh usulan Trump.

Pertukaran pernyataan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah. Keamanan jalur pelayaran internasional menjadi isu krusial yang menjadi perhatian dunia.

Lula da Silva, yang dikenal sebagai politisi berpengalaman, tampaknya tidak gentar menghadapi tekanan dari Amerika Serikat. Sikapnya mencerminkan semangat kemandirian dan penolakan terhadap dominasi asing.

Keputusan Brasil untuk menolak usulan Trump ini bisa memicu perdebatan lebih luas mengenai aturan perdagangan maritim global. Bagaimana dunia merespons usulan Trump akan menjadi indikator penting bagi masa depan navigasi internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait