Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
DUNIA

Trump Ungkap Kebanggaan Tawarkan Negosiasi kepada Iran, Bukan Serangan Militer

Oleh Heni Maulidya August 5, 2026 50 minutes lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kebanggaannya atas keputusannya untuk menawarkan kesempatan negosiasi kepada Iran, alih-alih melancarkan serangan militer ke Teheran. Keputusan ini diambil Trump setelah mempertimbangkan berbagai opsi penanganan ketegangan yang meningkat dengan negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu, Trump mengungkapkan bahwa ia merasa lega dan bangga karena berhasil mengendalikan diri dari eskalasi militer. Ia menekankan bahwa memberikan kesempatan terakhir untuk berdialog merupakan langkah yang lebih bijaksana dan strategis.

Trump menambahkan, “Saya merasa bangga karena saya menghentikan itu. Saya bisa saja melancarkan bom ke Teheran dalam waktu 10 menit. Tapi saya memutuskan untuk tidak melakukannya.” Pernyataan ini disampaikan Trump saat berbicara di sebuah acara di Gedung Putih.

Keputusan untuk tidak menyerang Iran ini merupakan respons terhadap insiden penembakan jatuh pesawat tanpa awak (drone) Amerika Serikat oleh Iran pada pertengahan Juni 2019. Insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik militer terbuka antara kedua negara.

Sebelumnya, Trump dilaporkan telah menyetujui serangan terhadap Iran sebagai balasan atas jatuhnya drone tersebut. Namun, ia menarik kembali keputusannya di menit-menit terakhir. Trump menjelaskan bahwa ia menghentikan serangan tersebut karena khawatir akan jumlah korban jiwa yang potensial. Ia memperkirakan bahwa serangan balasan tersebut dapat menewaskan 150 warga Iran.

“Saya bertanya, berapa banyak orang yang akan terbunuh? Jenderal mengatakan 150 orang, Tuan Presiden. Dan saya berkata, saya tidak bisa melakukannya,” ungkap Trump, mengulang kembali alasannya menarik kembali persetujuan serangan militer tersebut.

Trump juga sempat mengutarakan pandangannya mengenai kemungkinan terjadinya kesepakatan dengan Iran. Ia menyatakan bahwa kesepakatan tersebut bisa saja terjadi, meskipun tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai potensi negosiasi tersebut. Sikap Trump yang cenderung pragmatis ini menunjukkan upayanya untuk meredakan ketegangan regional tanpa harus berujung pada konfrontasi militer yang lebih luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp