Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
DUNIA

Lokasi Permukiman Israel yang Ditentang Inggris di Tepi Barat Masih Misteri

Oleh Rini Widiyarti September 9, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Lokasi pasti permukiman baru yang diusulkan Israel di Tepi Barat, yang kabarnya ditentang oleh Inggris, masih belum jelas. Koresponden BBC untuk Timur Tengah, Lucy Williamson, melaporkan dari sebuah area yang berdekatan dengan lokasi yang diduga menjadi tempat pembangunan permukiman tersebut.

Pemerintah Inggris telah menyatakan penolakannya terhadap rencana Israel untuk membangun permukiman baru di Tepi Barat. Namun, upaya untuk menemukan lokasi spesifik dari rencana ini menemui jalan buntu. Williamson berada di lapangan, mencoba untuk mengidentifikasi area yang dimaksud, namun menemukan bahwa informasi mengenai lokasi tersebut sangat minim.

Pembangunan permukiman Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat secara luas dianggap ilegal menurut hukum internasional dan menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya perdamaian Israel-Palestina. Pernyataan penolakan dari negara-negara seperti Inggris biasanya didasarkan pada prinsip-prinsip ini.

Seorang pejabat Israel, yang tidak disebutkan namanya, kepada BBC mengatakan bahwa permukiman yang dimaksud ‘akan dibangun di atas tanah negara’ di dekat permukiman Israel yang sudah ada. Namun, keterangan ini tidak memberikan detail geografis yang cukup untuk mengidentifikasi lokasi persisnya. Ketika ditanya lebih lanjut, pejabat tersebut tidak memberikan informasi tambahan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana perluasan permukiman ini pada awal Februari 2024, menyusul serangan mematikan di Yerusalem yang menewaskan tiga orang. Pernyataan ini memicu kecaman internasional, termasuk dari Inggris.

Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Inggris kepada BBC mengonfirmasi bahwa Inggris menentang pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Namun, mereka juga tidak dapat memberikan detail spesifik mengenai lokasi permukiman yang diusulkan tersebut, karena informasi yang tersedia sangat terbatas.

Situasi ini menyoroti kompleksitas dan kurangnya transparansi yang seringkali menyertai pengumuman rencana pembangunan permukiman di wilayah yang disengketakan. Williamson mencatat bahwa ‘tidak ada tanda-tanda konstruksi yang jelas’ di area yang ia kunjungi, yang juga berdekatan dengan permukiman Israel yang sudah mapan.

Meskipun ada penolakan internasional, rencana pembangunan permukiman baru terus menjadi isu sensitif dan kontroversial dalam konflik Israel-Palestina. Kurangnya kejelasan mengenai lokasi spesifik dari permukiman yang diusulkan ini semakin menambah ketidakpastian dan kerumitan dalam upaya mencari solusi damai.

Bagikan: Facebook X WhatsApp