Gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) diproyeksikan akan memegang peranan yang semakin penting dalam menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan di Indonesia. Tidak hanya itu, komoditas ini juga diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung upaya transisi energi nasional menuju sumber yang lebih bersih.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada acara Gas & LNG Conference and Exhibition 2023 di Jakarta Convention Center pada tanggal 12 Oktober 2023, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, menekankan pentingnya peran LNG. Menurutnya, LNG memiliki keunggulan dalam menjaga ketahanan pasokan energi untuk pembangkit listrik.
Tutuka Ariadji menjelaskan, “Ke depan, kita melihat LNG ini akan menjadi salah satu enabler untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan kita.” Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan pemerintah terhadap kapasitas LNG sebagai sumber energi yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat.
Lebih lanjut, peran strategis LNG tidak hanya terbatas pada aspek keandalan pasokan. LNG juga dilihat sebagai jembatan penting dalam proses transisi energi. Dengan sifatnya yang lebih bersih dibandingkan batu bara, penggunaan LNG dapat membantu menurunkan emisi karbon dari sektor kelistrikan sembari menunggu pengembangan dan penetrasi sumber energi terbarukan secara masif.
Pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, termasuk LNG, sebagai bagian dari bauran energi nasional. Langkah ini sejalan dengan target bauran energi nasional yang telah ditetapkan, di mana gas bumi diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan. Sejalan dengan itu, Tutuka Ariadji juga menyebutkan bahwa peran upstream dan midstream gas bumi sangat krusial untuk mendukung ketersediaan pasokan LNG.
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan kajian terkait kebijakan untuk dapat memaksimalkan pemanfaatan gas bumi. “Kita sedang melakukan kajian-kajian untuk kebijakan tersebut, agar gas bumi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Tutuka Ariadji. Kajian ini mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi hingga insentif yang dapat mendorong penggunaan gas bumi dan LNG di berbagai sektor, termasuk kelistrikan.
Dengan demikian, prospek LNG di Indonesia dipandang cerah, tidak hanya sebagai komoditas energi yang vital untuk menjaga pasokan listrik yang stabil, tetapi juga sebagai instrumen pendukung dalam mewujudkan target bauran energi nasional yang lebih ramah lingkungan.
