Kapal perang Rusia diketahui melepaskan rentetan tembakan di perairan internasional Selat Inggris pada Senin, 20 Juli. Aksi ini merupakan bagian dari latihan Angkatan Laut yang tengah digelar oleh Rusia.
Insiden tersebut memicu reaksi dari pihak Inggris, yang mendesak Rusia untuk mematuhi hukum internasional. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa “setiap kapal yang berlayar di Selat Inggris harus mematuhi hukum maritim internasional, yang mencakup kebebasan navigasi.” Pernyataan ini disampaikan setelah kapal perang Rusia, yang diidentifikasi sebagai kapal perusak, dilaporkan melakukan latihan tembak di area tersebut.
Pihak Inggris mengonfirmasi bahwa kapal perusak Rusia tersebut telah meninggalkan Selat Inggris pada Selasa, 21 Juli. Namun, insiden ini tetap menjadi sorotan mengingat sensitivitas Selat Inggris sebagai jalur pelayaran utama dunia. Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa latihan tersebut tidak melanggar hukum internasional. “Kami tidak melanggar hukum internasional. Kami berhak melakukan latihan di perairan internasional,” ujar Kelin pada Senin (20/7).
Meskipun demikian, Kementerian Pertahanan Inggris menekankan pentingnya navigasi yang aman di wilayah tersebut. “Kami terus memantau aktivitas militer di sekitar perairan Inggris untuk memastikan keamanan dan integritas maritim,” tegas mereka.
