Monday, 10 August 2026
BREAKING
BERITA

Laba Besar Perusahaan Migas di Kuartal II 2026 Picu Kemarahan Trump

Oleh Emanuel August 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Lima perusahaan minyak raksasa global mencatat lonjakan keuntungan fantastis sebesar US$48 miliar pada kuartal kedua tahun 2026. Angka ini diraih di tengah gejolak global yang dipicu oleh perang, namun justru menimbulkan reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meskipun berbagai sektor ekonomi global terdampak negatif oleh ketidakpastian perang, para pemain utama di industri minyak tampaknya berhasil membalikkan keadaan menjadi keuntungan besar. Laba agregat yang mencapai puluhan miliar dolar ini menjadi sorotan tajam, terutama dari Gedung Putih.

Menurut laporan yang beredar, perusahaan-perusahaan seperti ExxonMobil, Chevron, Shell, BP, dan TotalEnergies menjadi penerima manfaat utama dari kondisi pasar saat ini. Peningkatan harga minyak dunia, yang dipicu oleh gangguan pasokan akibat konflik, secara langsung mendongkrak pendapatan dan laba bersih mereka.

Presiden Trump diketahui telah beberapa kali melontarkan kritik pedas terhadap perusahaan-perusahaan minyak. Ia menuding mereka memanfaatkan situasi perang untuk mengeruk keuntungan berlebihan. “Mereka menghasilkan uang dari kesulitan dunia. Ini tidak bisa diterima,” ujar Trump dalam sebuah kesempatan, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Trump bahkan mengancam akan mengambil tindakan jika perusahaan-perusahaan migas tersebut tidak segera menurunkan harga minyak. Ia berargumen bahwa lonjakan harga energi tersebut membebani konsumen Amerika Serikat dan pelaku bisnis di dalam negeri. “Kita akan melihat apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan permainan kotor ini,” tegasnya.

Kritik Trump ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut antara pemerintah AS dan industri energi terkait masalah harga dan pasokan. Sementara para eksekutif perusahaan migas kemungkinan akan membela strategi bisnis mereka sebagai respons terhadap dinamika pasar global, Presiden Trump tampaknya tidak akan tinggal diam melihat keuntungan besar tersebut di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi banyak pihak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp