Sunday, 30 August 2026
BREAKING
DUNIA

KTT SCO: Pertemuan Putin, Xi Jinping, dan Pezeshkian di Tengah Tekanan AS

Oleh Heni Maulidya August 30, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Iran Ebrahim Pezeshkian dijadwalkan untuk bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgiztan. Pertemuan penting ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dari Amerika Serikat terhadap ketiga negara tersebut.

Agenda utama KTT SCO yang akan dihadiri para pemimpin negara anggota ini diperkirakan akan mencakup pembahasan isu-isu strategis regional dan global. Kehadiran Putin, Xi, dan Pezeshkian secara bersamaan di satu forum, meskipun dalam kapasitas berbeda sebagai tuan rumah dan tamu, memicu spekulasi mengenai potensi penguatan kerja sama mereka sebagai respons terhadap kebijakan luar negeri AS yang dianggap represif.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa partisipasinya dalam KTT SCO di Bishkek pada 16-17 Mei 2024 akan menjadi kesempatan untuk membahas lebih lanjut kerja sama di berbagai bidang dengan para mitra SCO. Ia juga menyoroti pentingnya forum ini dalam menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks.

Sementara itu, hubungan antara Rusia, China, dan Iran dengan Amerika Serikat saat ini berada dalam ketegangan. Rusia masih menghadapi sanksi Barat terkait konflik di Ukraina, China terus bersitegang dengan AS terkait isu Taiwan dan perdagangan, sementara Iran menghadapi tekanan terkait program nuklirnya dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok di Timur Tengah. Pertemuan ini berpotensi menjadi platform bagi ketiga negara untuk menyelaraskan posisi mereka dan mencari solusi alternatif di luar pengaruh dominan AS.

KTT SCO tahun ini diselenggarakan di Kirgiztan, sebuah negara yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan China. Kehadiran para pemimpin negara besar ini di Bishkek menandakan pentingnya forum SCO sebagai wadah dialog dan kerja sama multilateral di luar tatanan yang didominasi oleh Barat. Analis menilai, pertemuan ini bisa menjadi indikator pergeseran keseimbangan kekuatan global, di mana negara-negara non-Barat semakin memperkuat kohesi mereka dalam menghadapi tantangan bersama.

Bagikan: Facebook X WhatsApp