Miliarder Venezuela, Alejandro Betancourt, yang sebelumnya dikabarkan berperan dalam upaya Amerika Serikat menangkap mantan Presiden Nicolas Maduro, kini dilaporkan mendapatkan kontrak strategis dengan Pentagon. Kontrak ini berkaitan dengan pengadaan minyak, sebuah langkah yang menempatkan Betancourt pada posisi signifikan dalam hubungan bisnis antara AS dan Venezuela.
Betancourt, seorang pengusaha yang memiliki kekayaan dari sektor energi, disebut-sebut telah memberikan informasi intelijen yang berharga kepada otoritas AS terkait operasi yang menargetkan Maduro. Peranannya ini, meskipun tidak diungkapkan secara rinci oleh pihak berwenang AS, kini berujung pada kesepakatan bisnis baru.
Detail mengenai nilai kontrak dan durasinya belum sepenuhnya terkuak ke publik. Namun, laporan menyebutkan bahwa kontrak tersebut memungkinkan perusahaan yang terafiliasi dengan Betancourt untuk memasok kebutuhan minyak bagi Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Keputusan ini memicu perhatian mengingat latar belakang Betancourt yang terkait dengan upaya penangkapan pemimpin Venezuela.
Sebelumnya, berbagai laporan media pada tahun 2020 mengungkap keterlibatan Betancourt dalam operasi yang dikenal sebagai ‘Operation Gideon’ atau ‘Invasion of the Boogaloo’. Operasi ini bertujuan untuk menggulingkan Maduro dari kekuasaannya. Betancourt sendiri pernah memberikan pernyataan yang mengindikasikan dukungannya terhadap perubahan rezim di Venezuela.
Kini, dengan adanya kontrak pengadaan minyak, Betancourt kembali menjadi sorotan. Kontrak ini membuka kembali diskusi mengenai kompleksitas hubungan diplomatik dan bisnis antara Amerika Serikat dan Venezuela, terutama mengingat sanksi yang masih berlaku terhadap rezim Maduro. Pemberian kontrak kepada individu yang disebut-sebut membantu upaya penangkapan Maduro menimbulkan pertanyaan tentang prioritas dan strategi AS dalam menghadapi situasi politik di Venezuela.
