Jakarta – Pengamanan aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus mendatang di Jakarta akan melibatkan kekuatan gabungan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Kodam Jaya dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Langkah ini diambil untuk memastikan jalannya aksi berjalan tertib dan aman.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto mengonfirmasi keterlibatan Kodam Jaya dalam pengamanan ini. Beliau menyatakan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan antara pihak TNI AD dan Polda Metro Jaya demi menjaga ketertiban di ibukota.
Dalam upaya pengamanan tersebut, total sebanyak 18.504 personel gabungan dari Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya akan dikerahkan. Ribuan personel ini bertugas untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan aksi unjuk rasa dapat berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dalam menghadapi berbagai dinamika yang mungkin timbul. “Kodam Jaya siap membantu Polda Metro Jaya dalam rangka mengamankan aksi demo yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus mendatang,” ujar Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dalam sebuah pernyataan. Beliau menambahkan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjamin hak setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai, sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional.
Pengerahan personel yang signifikan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat luas dan para peserta aksi. Pihak kepolisian dan TNI AD telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mengelola potensi kerumunan, lalu lintas, serta memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi selama aksi berlangsung.
