Sebanyak 94 santri yang menjadi korban keracunan makanan berinisial MBG saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Siti Hajar, Sidoarjo. Meskipun mayoritas kondisi mereka dilaporkan mulai membaik, delapan orang di antaranya masih dalam penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.
Insiden keracunan ini menimpa para santri di salah satu pondok pesantren di Sidoarjo. Gejala keracunan mulai dirasakan oleh para santri pada waktu yang hampir bersamaan, mendorong pihak pondok pesantren untuk segera mengambil tindakan dengan membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat. RS Siti Hajar menjadi tujuan utama penanganan medis bagi puluhan santri yang terdampak.
Menurut informasi yang dihimpun, jumlah total santri yang mengalami gejala keracunan MBG mencapai angka yang signifikan. Dari total tersebut, 94 santri segera dilarikan ke RS Siti Hajar. Pihak rumah sakit telah mengerahkan tim medis terbaiknya untuk memberikan perawatan dan observasi yang ketat kepada seluruh pasien.
Hingga berita ini diturunkan, progres pemulihan para santri menunjukkan hasil positif. Banyak dari mereka yang sudah menunjukkan perbaikan kondisi dan berangsur pulih. Namun demikian, perhatian khusus masih diberikan kepada delapan santri yang kondisinya masih memerlukan pemantauan intensif di IGD. Tim medis terus berupaya keras untuk memastikan kondisi mereka stabil dan segera membaik.
Pihak berwenang terkait, termasuk Dinas Kesehatan setempat, dilaporkan sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti keracunan MBG ini. Penyelidikan difokuskan pada sumber makanan yang dikonsumsi oleh para santri sebelum gejala keracunan muncul. Pengambilan sampel makanan dan minuman serta penelusuran rantai pasok menjadi langkah krusial dalam upaya mengidentifikasi sumber kontaminasi dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
