Lima santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.T. Notopuro Sidoarjo. Kondisi mereka berangsur membaik setelah mengalami keracunan akibat mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis.
Insiden ini terjadi pada hari Rabu (26/6) lalu, ketika sejumlah santri mengalami gejala keracunan seperti mual dan muntah setelah menyantap hidangan yang disediakan. Pihak RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo segera mengambil tindakan dengan merawat santri-santri yang terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Yuwono, menyatakan bahwa kelima santri yang masih dirawat menunjukkan perkembangan positif. “Alhamdulillah, kondisi mereka sudah berangsur membaik,” ujar dr. Yuwono pada hari Kamis (27/6).
Pihak pesantren, melalui juru bicaranya, KH. Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi atas penanganan cepat yang diberikan oleh tim medis RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh tenaga medis yang telah sigap merawat para santri kami,” tuturnya.
Lebih lanjut, KH. Abdul Wahid menjelaskan bahwa total ada 23 santri yang awalnya mengalami gejala keracunan. Namun, berkat penanganan medis yang memadai, sebagian besar santri sudah diperbolehkan pulang. “Dari total 23 santri yang mengalami gejala, saat ini hanya tersisa lima orang yang masih dalam pantauan dan perawatan,” imbuh KH. Abdul Wahid.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan terus melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti keracunan ini. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah diambil dan dikirim ke laboratorium untuk diuji. Hal ini dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Pihak kepolisian juga turut serta dalam penyelidikan untuk memastikan adanya unsur kelalaian atau unsur pidana lainnya dalam kasus ini. Namun, fokus utama saat ini adalah pada pemulihan kesehatan seluruh santri yang terdampak.
