Saturday, 12 September 2026
BREAKING
BERITA

Kenali 6 Tanda Anda Makan Akibat Stres, Bukan Lapar

Oleh Emanuel September 12, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Banyak orang menemukan kenyamanan dalam makanan saat menghadapi tekanan. Jika Anda sering kali beralih ke camilan ketika pikiran sedang penuh, ada baiknya mengenali tanda-tanda bahwa Anda sebenarnya sedang makan karena stres, bukan karena rasa lapar fisik. Kebiasaan ini, yang dikenal sebagai emotional eating atau makan emosional, bisa berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan Anda.

Salah satu indikator utama adalah Anda merasakan keinginan makan yang tiba-tiba, terutama pada makanan tertentu yang kaya gula, lemak, atau garam. Berbeda dengan rasa lapar fisik yang datang perlahan, keinginan makan akibat stres sering kali muncul mendadak dan sulit ditahan. “Ketika kita stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan, terutama untuk makanan yang sangat menggugah selera,” ujar seorang ahli gizi (nama ahli gizi tidak disebutkan dalam sumber asli). Jenis makanan ini cenderung memberikan kepuasan instan, meskipun hanya sementara.

Tanda lain yang patut diwaspadai adalah Anda makan meskipun perut sudah terasa kenyang. Rasa puas setelah makan emosional sering kali tidak bertahan lama, dan Anda mungkin terus makan tanpa benar-benar merasakan lapar. “Saya sering menemukan diri saya membuka kulkas lagi padahal baru saja selesai makan malam,” kata Sarah, seorang profesional muda yang sering mengalami stres pekerjaan. “Rasanya seperti ada kekosongan yang harus diisi.” Pengakuan seperti ini mencerminkan pola makan yang tidak lagi didasarkan pada kebutuhan fisik.

Perasaan bersalah atau malu setelah makan juga merupakan sinyal kuat. Setelah makan berlebihan karena stres, muncul perasaan negatif terhadap diri sendiri. Anda mungkin menyesali pilihan makanan atau jumlah yang dikonsumsi. Selain itu, pola makan yang tidak teratur, seperti melewatkan waktu makan utama karena terlalu sibuk atau stres, lalu menggantinya dengan camilan di luar jam makan, juga sering kali menjadi ciri khas makan emosional.

Jika Anda mendapati diri Anda menggunakan makanan sebagai pelarian dari masalah atau emosi negatif, ini bisa jadi tanda Anda makan karena stres. Makanan menjadi cara untuk menenangkan diri, mengalihkan perhatian, atau bahkan sebagai bentuk ‘penghargaan’ setelah melalui hari yang sulit. Terakhir, Anda mungkin kehilangan kontrol atas kebiasaan makan Anda; sulit untuk berhenti makan meskipun sudah berniat.

Mengenali tanda-tanda ini adalah langkah awal yang penting. Memahami bahwa keinginan makan datang dari emosi, bukan dari perut yang kosong, memungkinkan Anda untuk mencari strategi penanganan stres yang lebih sehat dan membangun hubungan yang lebih baik dengan makanan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp