Kementerian Ketenagakerjaan segera membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 gelombang pertama. Pendaftaran resmi dibuka mulai tanggal 15 Juli hingga 28 Juli 2026 mendatang.
Program ini menjadi angin segar bagi para lulusan baru sarjana maupun diploma. Pemerintah menyiapkan kuota sebanyak 50 ribu peserta untuk tahap awal ini.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengonfirmasi jadwal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menekankan pentingnya fase pendaftaran bagi para calon peserta magang.
Total kuota magang tahun 2026 mencapai 150 ribu peserta secara nasional. Angka ini naik signifikan dibandingkan realisasi tahun 2025 sebanyak 100 ribu orang.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,2 triliun untuk program tersebut. Dana besar ini ditujukan untuk perluasan kapasitas dan perbaikan tata kelola.
Peserta yang berhasil lolos seleksi akan menerima uang saku bulanan. Besaran uang saku disesuaikan dengan standar UMP atau UMK setempat.
Kemnaker kini menggunakan ekosistem digital bernama MagangHub untuk pendaftaran. Perusahaan swasta serta instansi pemerintah bisa mengunggah lowongan di sana.
Setiap lowongan akan melalui proses kurasi ketat oleh tim kementerian. Hal ini dilakukan guna memastikan keselarasan kompetensi pelamar dan posisi tersedia.
Pihak kementerian juga membatasi jumlah peserta magang di tiap perusahaan. Kuota maksimal ditetapkan sebesar 20 persen dari total jumlah karyawan.
Yassierli menegaskan bahwa peningkatan kuota adalah amanah besar bagi lembaganya. Fokus utama saat ini adalah membenahi layanan sistem magang nasional.
Proses verifikasi dilakukan untuk menjamin kualitas posisi bagi lulusan perguruan tinggi. Tujuannya agar pengalaman magang memberikan dampak nyata bagi karier peserta.
Program ini diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja muda tahun ini. Peningkatan kapasitas menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran.
Seluruh pihak kini menunggu dibukanya portal pendaftaran pada pertengahan Juli nanti. Para lulusan baru diharapkan segera mempersiapkan diri untuk mendaftar.
Pemerintah berkomitmen terus memperbaiki tata kelola agar program berjalan optimal. Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan industri.
Informasi lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi. Calon peserta disarankan memantau perkembangan terbaru melalui kanal informasi Kemnaker.











