Rusia melaporkan keberhasilan mencegat lebih dari 600 drone yang dikirim oleh Ukraina pada Minggu, 16 Agustus. Serangan drone berskala besar ini terjadi bersamaan dengan eskalasi serangan rudal Rusia terhadap wilayah Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa upaya pencegatan drone tersebut berhasil dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Krimea. Laporan ini muncul sebagai respons terhadap gelombang serangan udara yang dilancarkan Ukraina ke wilayah Rusia.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, upaya pertahanan udara mereka mampu menetralisir ratusan drone tersebut sebelum mencapai target. Rincian spesifik mengenai jumlah drone yang berhasil dicegat di setiap wilayah tidak dirinci lebih lanjut dalam laporan awal.
Serangan drone ini dipandang sebagai bagian dari strategi Ukraina untuk memberikan tekanan balik terhadap agresi militer Rusia. Meskipun demikian, pihak Ukraina belum memberikan komentar resmi mengenai klaim yang dilontarkan oleh Moskow.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan militer antara kedua negara sejak invasi Rusia dimulai. Penggunaan drone dalam skala besar oleh kedua belah pihak telah menjadi ciri khas konflik ini, baik untuk tujuan pengintaian maupun penyerangan.
Pihak Rusia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pertahanan udara guna melindungi wilayahnya dari ancaman semacam ini. Sementara itu, dampak dari serangan rudal Rusia ke Ukraina pada hari yang sama juga dilaporkan menyebabkan kerusakan di beberapa kota.
