Friday, 31 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Kemenkes Ungkap Fenomena Gula Darah Tinggi pada Anak SD, Ancaman Penyakit Kronis Jangka Panjang

Oleh Muzairi M July 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan temuan mengkhawatirkan terkait kesehatan anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa sejumlah besar siswa SD telah terdeteksi memiliki kadar gula darah yang tinggi. Kondisi ini, jika tidak segera ditangani dan dikendalikan, berpotensi besar memicu peningkatan risiko penyakit kronis ketika mereka beranjak dewasa.

Temuan ini menjadi sorotan mengingat usia anak SD seharusnya masih dalam masa pertumbuhan optimal dan minim risiko penyakit degeneratif. Tingginya kadar gula darah pada usia dini mengindikasikan adanya faktor risiko yang perlu segera diidentifikasi dan diatasi. Kemenkes menekankan pentingnya perhatian serius terhadap pola makan dan gaya hidup anak sejak dini untuk mencegah dampak jangka panjang.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Dr. Maxi Rein Rondonuwu, menekankan bahwa tingginya gula darah pada anak usia sekolah dasar merupakan masalah kesehatan publik yang perlu diwaspadai. Beliau menyatakan, “Kita menemukan banyak anak SD yang kadar gulanya tinggi.” Pernyataan ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada tanggal 24 Mei 2024.

Lebih lanjut, Dr. Maxi menjelaskan bahwa prevalensi diabetes pada anak usia sekolah terus mengalami peningkatan. Angka ini didukung oleh data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang menunjukkan bahwa 1,8% anak usia 5-12 tahun sudah mengalami diabetes. Angka ini tentu menjadi alarm bagi seluruh pihak, termasuk orang tua, sekolah, dan pemerintah, untuk melakukan intervensi yang tepat.

Risiko terbesar dari kondisi gula darah tinggi pada anak adalah kelanjutan masalah kesehatan saat mereka dewasa. Penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, dan komplikasi lainnya dapat menyerang di usia produktif jika tidak ada pencegahan yang efektif sejak dini. Oleh karena itu, Kemenkes terus mendorong pelaksanaan GERMAS sebagai upaya preventif.

Melalui GERMAS, Kemenkes berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik, pola makan sehat, dan deteksi dini penyakit. Fokus pada anak-anak usia sekolah dasar diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan, sehingga generasi mendatang terhindar dari beban penyakit kronis yang dapat mengganggu kualitas hidup mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp