Aktris Ha Young tengah menjadi sorotan publik Korea Selatan setelah terungkapnya latar belakang keluarganya yang memiliki hubungan dengan masa lalu pro-Jepang. Kabar ini sontak memicu emosi dan kemarahan dari para netizen Korea, mengingat sensitivitas sejarah antara kedua negara.
Kontroversi ini berawal dari sebuah postingan di komunitas online yang mengungkap bahwa salah satu buyut Ha Young diketahui pernah berkolaborasi dengan Jepang di masa kolonial. Informasi ini dengan cepat menyebar dan menjadi topik hangat perbincangan di berbagai platform media sosial dan forum daring.
Seiring dengan tersebarnya informasi tersebut, berbagai reaksi negatif mulai bermunculan dari netizen Korea. Banyak yang mengungkapkan kekecewaan dan kemarahan atas temuan ini. Sebagian netizen bahkan menyuarakan agar Ha Young, yang dikenal melalui drama seperti The Trauma Code dan Our Sticky Love, memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi mengenai isu sensitif ini.
Situasi semakin memanas ketika muncul tanggapan dari pihak agensi yang menaungi Ha Young. Melalui sebuah pernyataan resmi, agensi tersebut mengakui adanya informasi mengenai latar belakang keluarga sang aktris. Agensi menjelaskan bahwa isu mengenai buyut pro-Jepang tersebut memang benar adanya.
Agensi Ha Young kemudian merilis pernyataan klarifikasi yang lebih mendalam. Disebutkan bahwa buyut dari pihak ibu Ha Young memang memiliki sejarah terkait dengan kolaborasi di masa lalu. Namun, agensi menekankan bahwa hal tersebut terjadi pada generasi yang jauh sebelum Ha Young lahir dan tidak memiliki kaitan langsung dengan dirinya.
Pernyataan agensi ini tampaknya tidak sepenuhnya meredakan amarah netizen. Beberapa pihak masih merasa keberatan dan mempertanyakan mengapa isu ini baru terungkap sekarang. Spekulasi dan perdebatan pun semakin ramai di kalangan netizen, memperkeruh suasana yang sudah tegang.
Meskipun agensi telah berusaha memberikan penjelasan, kontroversi ini menunjukkan betapa peka masyarakat Korea terhadap isu-isu yang berkaitan dengan sejarah kolonial Jepang. Latar belakang keluarga, sekecil apapun hubungannya, dapat memicu reaksi emosional yang kuat ketika bersinggungan dengan luka sejarah bangsa.
