Tiga film perwakilan Indonesia dijadwalkan akan berlaga di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Festival yang dikenal sebagai salah satu panggung bergengsi di kancah perfilman internasional ini, bahkan kompetisi utamanya disebut-sebut sebagai salah satu jalur potensial menuju ajang Piala Oscar.
Keikutsertaan tiga karya sineas tanah air ini merupakan bukti nyata kualitas dan potensi perfilman Indonesia yang terus mendapatkan pengakuan di tingkat global. BIFF sendiri merupakan salah satu festival film yang paling ditunggu-tunggu oleh para pelaku industri film di seluruh dunia, baik dari segi kualitas film yang ditayangkan maupun kesempatan jejaring yang ditawarkan.
Tiga film Indonesia yang berhasil menembus seleksi ketat BIFF 2026 adalah ‘Autobiography’ arahan Makbul Mubarak, ‘The Exiled’ yang disutradarai oleh Mouly Surya, dan ‘Ratu Ilmu Hitam’ karya Kimo Stamboel. Ketiga film ini akan bersaing dalam berbagai kategori di festival yang akan berlangsung mulai 7 hingga 16 Oktober 2026.
‘Autobiography’, yang telah mencuri perhatian di berbagai festival sebelumnya, kembali membuktikan ketangguhannya dengan terpilihnya film ini untuk ditayangkan di BIFF 2026. Film ini bercerita tentang hubungan kompleks antara seorang anak dan majikannya di tengah pergolakan politik.
Sementara itu, ‘The Exiled’ garapan Mouly Surya, yang dikenal dengan gaya penyutradaraan yang kuat dan narasi yang menggugah, diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kompetisi. Film ini mengeksplorasi tema-tema universal melalui sudut pandang yang unik.
Kengerian yang disajikan oleh ‘Ratu Ilmu Hitam’ juga diprediksi akan memukau penonton internasional. Film horor yang diadaptasi dari cerita rakyat ini telah berhasil menarik perhatian penonton domestik dan kini siap mengguncang panggung BIFF 2026.
Pemilihan ketiga film ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat BIFF memiliki reputasi sebagai batu loncatan bagi film-film yang kemudian meraih kesuksesan di ajang penghargaan bergengsi lainnya, termasuk Academy Awards atau Oscar. Kehadiran film Indonesia di festival ini membuka peluang lebih besar untuk karya anak bangsa dikenal dan diapresiasi oleh komunitas film dunia.
