Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, sejak Jumat (28 Agustus 2020) dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda pemadaman pada Minggu (30 Agustus 2020). Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengkonfirmasi perkembangan positif ini setelah api berkobar selama tiga hari.
Upaya pemadaman intensif telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk tim pemadam kebakaran dan relawan, untuk menjinakkan api yang terus membara di area TPA tersebut. Meskipun api mulai mereda, petugas tetap siaga mengawasi dan melakukan pendinginan di titik-titik api yang masih tersisa untuk mencegahnya kembali membesar.
Penyebab pasti dari kebakaran ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian. Namun, data awal menunjukkan bahwa insiden ini berpotensi disebabkan oleh faktor cuaca kering dan akumulasi gas metana di dalam tumpukan sampah, yang umum terjadi di TPA.
Dampak dari kebakaran ini cukup signifikan, menimbulkan kepulan asap tebal yang mengganggu aktivitas warga sekitar dan mengancam kualitas udara. Pemerintah daerah setempat telah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, termasuk distribusi masker dan pemantauan kesehatan.
Polda Banten menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi di TPA Waringinkurung hingga benar-benar padam total. Penyelidikan mendalam juga akan terus dilakukan untuk menentukan akar permasalahan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Kerugian dan dampak lingkungan dari kebakaran ini masih terus dievaluasi.
