Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah memicu keprihatinan mendalam terhadap kelestarian satwa liar. Peristiwa tragis ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga merenggut nyawa sejumlah hewan, di antaranya seekor kijang yang ditemukan tewas dalam kondisi terbakar.
Selain dampak langsung pada satwa yang menjadi korban, kebakaran juga memicu pergerakan satwa lain. Petugas TNBTS berhasil mendeteksi adanya jejak macan tutul yang terpaksa bermigrasi dari habitat aslinya akibat kobaran api yang meluas. Fenomena ini mengindikasikan betapa besar pengaruh karhutla terhadap keseimbangan ekosistem di kawasan lindung tersebut.
Kepala Balai Besar TNBTS, Hendra Wardana, dalam keterangan resminya pada Selasa (26/9/2023), membenarkan temuan tersebut. Ia menyatakan bahwa tim patroli TNBTS telah melakukan survei lapangan pasca-kebakaran untuk mengevaluasi dampak yang ditimbulkan. “Kami telah mengidentifikasi satu ekor kijang yang mati terbakar. Ini adalah bukti nyata kerugian yang dialami satwa di TNBTS akibat karhutla,” ujar Hendra Wardana.
Lebih lanjut, Hendra Wardana menambahkan bahwa timnya juga menemukan jejak macan tutul di beberapa titik yang berbeda. “Kami juga menemukan jejak macan tutul yang terindikasi melakukan migrasi. Ini menunjukkan bahwa satwa besar seperti macan tutul pun terganggu dan terpaksa mencari tempat berlindung yang aman dari jangkauan api,” jelasnya.
Luas lahan yang terdampak karhutla di TNBTS diperkirakan mencapai puluhan hektare. Api dilaporkan pertama kali muncul pada Sabtu (23/9/2023) di kawasan Gunung Batok, Tengger, dan dengan cepat menyebar ke area lain akibat kondisi cuaca yang kering dan angin kencang. Tim gabungan dari TNBTS, TNI, Polri, dan relawan telah berjuang tanpa lelah memadamkan api sejak saat itu.
Dampak karhutla ini menjadi pengingat krusial mengenai pentingnya upaya pencegahan kebakaran hutan dan perlindungan habitat satwa liar. Kehilangan satu ekor kijang dan migrasi macan tutul hanyalah sebagian kecil dari gambaran besar ancaman yang dihadapi keanekaragaman hayati Indonesia akibat kebakaran. Pihak TNBTS terus berupaya memulihkan area yang terbakar dan memastikan keamanan satwa yang tersisa.
