Amerika Serikat dan Kanada mengumumkan kemajuan signifikan dalam negosiasi dagang mereka menjelang tenggat waktu tarif baru yang jatuh pada akhir pekan ini. Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper, menyambut baik “kemajuan besar” yang dicapai kedua negara dalam upaya merampungkan detail kesepakatan.
Meskipun kedua negara menyatakan optimisme, rincian spesifik mengenai kesepakatan dagang yang sedang finalisasi ini masih belum jelas. Pembicaraan intensif terus dilakukan untuk mengatasi berbagai poin krusial sebelum tenggat waktu yang semakin dekat.
Juru bicara Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) juga mengonfirmasi adanya kemajuan dalam negosiasi. “Kami sangat senang dengan kemajuan yang dicapai,” ujarnya, menekankan bahwa diskusi berfokus pada penyelesaian isu-isu penting untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Negosiasi ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Perjanjian baru ini menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Donald Trump, yang telah berulang kali mengkritik NAFTA sebagai kesepakatan yang merugikan Amerika Serikat.
Salah satu poin penting yang masih menjadi perdebatan adalah mengenai klausul perlindungan untuk industri otomotif. Kanada dilaporkan bersikeras mempertahankan akses pasar yang kuat untuk kendaraan buatan mereka, sementara AS menuntut peningkatan konten lokal. Selain itu, isu-isu terkait hak kekayaan intelektual dan akses pasar untuk produk pertanian juga menjadi agenda utama dalam pembicaraan.
Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, yang memimpin delegasi Kanada dalam negosiasi, menyatakan komitmennya untuk mencapai kesepakatan yang adil dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. “Kami bekerja keras untuk memastikan bahwa kesepakatan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pekerja dan bisnis di Kanada,” kata Freeland.
Sementara itu, Presiden Trump sebelumnya telah mengindikasikan bahwa ia bersedia untuk tidak mengenakan tarif pada mobil dari Kanada jika kesepakatan dagang baru tercapai. Pernyataan ini memberikan sinyal positif bahwa kedua negara semakin dekat untuk menemukan titik temu. Namun, kepastian mengenai penerapan tarif baru pada produk-produk lain masih bergantung pada keberhasilan penyelesaian negosiasi dalam beberapa hari ke depan.
