Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
POLITIK

Kabut Asap Karhutla Landa Sumatra, Ribuan Warga Terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Oleh Danu Ilham September 2, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Pulau Sumatra kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga telah menyebabkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di berbagai wilayah.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau menunjukkan bahwa jumlah penderita ISPA akibat kabut asap terus meningkat sejak awal September 2023. Hingga 19 September 2023, tercatat sebanyak 10.565 kasus ISPA di Riau saja. Angka ini merupakan akumulasi dari berbagai keluhan pernapasan yang dialami pasien, mulai dari batuk, pilek, hingga sesak napas.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk siaga dalam menangani pasien ISPA. “Kami sudah menyiagakan tenaga medis dan obat-obatan untuk mengantisipasi lonjakan pasien,” ujar Zainal Arifin pada Selasa (19/9/2023).

Gejala ISPA yang dialami warga bervariasi, namun keluhan batuk menjadi yang paling dominan. Selain itu, banyak juga yang mengalami pilek, sakit tenggorokan, dan demam. Dalam kasus yang lebih parah, kabut asap dapat memicu sesak napas, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis).

Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 14 September 2023. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan upaya pemadaman api dan penanggulangan dampak asap yang semakin meluas. Berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, BPBD, serta relawan, terus dikerahkan untuk memadamkan titik api yang masih terpantau.

Meskipun upaya pemadaman terus dilakukan, kondisi udara di beberapa daerah di Sumatra masih berada di kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kualitas udara yang buruk ini memaksa warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat terpaksa keluar rumah. Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Bagikan: Facebook X WhatsApp