Thursday, 20 August 2026
BREAKING
POLITIK

Jutaan Hektare Lahan Terbakar, Kalimantan Diselimuti Asap Pekat Akibat Karhutla

Oleh Danu Ilham August 20, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan terus meluas, menyisakan jutaan hektare lahan yang hangus dan menyelimuti sebagian besar wilayah dengan kabut asap pekat. Kondisi ini telah berlangsung berminggu-minggu, berdampak serius terhadap kualitas udara dan mengancam kesehatan ribuan warga di berbagai kota, termasuk Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Data terbaru menunjukkan bahwa titik panas (hotspot) akibat Karhutla di Kalimantan terus bertambah. Hingga kini, tercatat ada 3.200 titik panas yang tersebar di berbagai provinsi, mengindikasikan skala kebakaran yang masif. Kebakaran ini tidak hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Akibat asap yang kian pekat, indeks kualitas udara di beberapa kota besar di Kalimantan dilaporkan telah mencapai level berbahaya. Di Pontianak, misalnya, kualitas udara dilaporkan sangat tidak sehat, dengan angka pencemaran udara yang jauh melampaui ambang batas aman. Warga dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

Pemerintah telah mengerahkan berbagai upaya untuk memadamkan api, termasuk operasi patroli darat, penggunaan helikopter water bombing, dan modifikasi cuaca. Namun, luasnya area yang terbakar dan kondisi cuaca yang kering membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sekitar 1,7 juta hektare lahan telah terbakar di seluruh Indonesia, dengan sebagian besar terjadi di Kalimantan.

“Kita terus berupaya memadamkan api, namun tantangan terbesar adalah luasnya lahan yang terbakar dan kondisi geografis yang sulit dijangkau,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya. Ia juga menambahkan bahwa BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan Karhutla dan mitigasi dampaknya terhadap masyarakat.

Kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Kementerian Kesehatan melaporkan peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak asap. Fasilitas kesehatan telah disiagakan untuk memberikan pelayanan medis bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, distribusi masker dan bantuan pernapasan juga terus dilakukan oleh pemerintah dan berbagai organisasi kemanusiaan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp