Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
POLITIK

Kabut Asap Akibat Karhutla di Banjarbaru Lumpuhkan Penglihatan, Lalu Lintas Terhenti

Oleh Danu Ilham August 19, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kabut asap pekat yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini secara signifikan menurunkan jarak pandang, berakibat pada kelumpuhan aktivitas lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sejak pagi tadi, Selasa (17/9/2019), jarak pandang di beberapa ruas jalan utama di Banjarbaru dilaporkan hanya mencapai 50 meter. Akibatnya, arus kendaraan baik roda dua maupun roda empat mengalami kemacetan panjang. Kepolisian bahkan terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan dan mencegah kecelakaan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Ahmad Riza, mengakui bahwa penanganan karhutla terus dilakukan secara maksimal. “Kami terus berupaya memadamkan api di berbagai titik yang terbakar,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (17/9/2019).

Selain mengganggu lalu lintas, kabut asap ini juga berdampak buruk pada kualitas udara. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat berada pada kategori berbahaya. “ISPU sudah masuk kategori berbahaya, di atas 300 ppm,” jelas Kepala BMKG Bandara Syamsudin Noor, Goeroeh Setiawan.

Kualitas udara yang memburuk ini tentu saja berdampak pada kesehatan masyarakat. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa harus keluar. Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi karhutla dan kualitas udara di wilayah tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp