Sutradara kenamaan Joko Anwar akhirnya buka suara mengenai fenomena kolaborasi berulang dengan aktor-aktor tertentu dalam proyek filmnya. Ia membenarkan bahwa beberapa nama memang kerap menjadi pilihan utamanya, yang kemudian melahirkan label ‘anak emas’ di mata publik.
Dalam perbincangan di kanal podcast Gofar Hilman, Joko Anwar mengakui kebiasaan ini bukan tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa pemilihan aktor didasarkan pada kualitas akting yang telah teruji dan terbukti mampu memperkuat narasi setiap filmnya.
Tara Basro menjadi nama yang paling sering dikaitkan dengan karya-karya Joko Anwar, baik genre horor maupun drama. Saat ditanya oleh Gofar Hilman, Joko Anwar menegaskan bahwa Tara Basro masih memegang status sebagai aktris kesayangannya.
Alasan utama Joko Anwar begitu mengagumi Tara Basro terletak pada kemampuan aktingnya yang dinilai sangat natural. Menurutnya, Tara mampu menjelma ke dalam setiap karakter dengan mudah dan meyakinkan di layar lebar. Kualitas akting mumpuni, karisma kuat yang mampu menghidupkan suasana cerita seketika, serta konsistensi karakter yang berhasil membangun koneksi emosional dengan penonton menjadi alasan kuat di balik kekaguman Joko Anwar.
Selain Tara Basro, deretan aktor berbakat lain juga kerap terlihat dalam proyek-proyek Joko Anwar. Nama-nama seperti Fachri Albar, Ario Bayu, dan Endy Arfian masuk dalam daftar aktor langganan. Joko Anwar mengakui tantangan dalam menemukan bakat baru yang kualitasnya dapat melampaui standar tinggi yang telah ditetapkan oleh para aktor favoritnya.
Sebagai gambaran, Ario Bayu telah membintangi 6 film bersama Joko Anwar, termasuk ‘Kala’, ‘Gundala’, dan ‘Perempuan Tanah Jahanam’. Fachri Albar tercatat dalam 5 film seperti ‘Pintu Terlarang’, ‘Pengabdi Setan’, dan ‘Siksa Kubur’. Tara Basro sendiri juga telah bermain dalam 5 film, di antaranya ‘Pengabdi Setan’, ‘Perempuan Tanah Jahanam’, dan ‘Gundala’. Sementara itu, Endy Arfian telah terlibat dalam 4 film seperti ‘Pengabdi Setan 1 & 2’ dan ‘Ghost in the Cell’.
Tabel kolaborasi ini menunjukkan konsistensi para aktor tersebut dalam mendukung visi artistik Joko Anwar. Nama-nama lain seperti Rio Dewanto dan Morgan Oey juga mulai sering muncul dalam peran penting di produksi terbarunya. Kesetiaan Joko Anwar terhadap aktor-aktor pilihannya ini membuktikan adanya chemistry kuat yang menjadi kunci sukses di balik layar film-filmnya yang selalu dinantikan penikmat sinema Indonesia.
