Kekeringan ekstrem yang melanda Italia telah mengungkap kembali jejak sejarah berusia dua milenium di jantung Kota Roma. Akibat penurunan drastis debit air Sungai Tiber, sisa-sisa Jembatan Nero, sebuah konstruksi kuno yang diperkirakan berusia 2.000 tahun, kini kembali terlihat jelas di dasar sungai.
Fenomena langka ini menjadi pengingat nyata akan dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Sungai Tiber, yang menjadi urat nadi kehidupan kota abadi ini, menyusut hingga memperlihatkan fondasi dan sebagian struktur jembatan yang sebelumnya terendam air.
Jembatan Nero, yang dinamai sesuai dengan Kaisar Romawi Nero yang memerintah dari tahun 54 hingga 68 Masehi, dulunya merupakan bagian penting dari infrastruktur Romawi kuno. Jembatan ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Nero dan digunakan untuk menghubungkan area di dekat Domus Aurea (Istana Emas Nero) dengan tepi seberang sungai.
Keberadaan reruntuhan jembatan ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi warga lokal maupun wisatawan yang penasaran. Keajaiban arkeologi bawah air ini memberikan pandangan unik ke masa lalu Roma, memungkinkan pengamatan langsung terhadap teknik konstruksi Romawi kuno yang masih kokoh berdiri meskipun telah ribuan tahun terendam.
Para ahli dan sejarawan menyambut baik penemuan kembali ini sebagai kesempatan berharga untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah kota. Pengamatan terhadap reruntuhan Jembatan Nero dapat memberikan wawasan baru mengenai tata kota Romawi kuno dan skala proyek rekayasa yang mereka laksanakan.
Meskipun penampakan reruntuhan ini membawa nuansa sejarah yang memukau, ia juga menjadi sorotan atas kondisi lingkungan yang mengkhawatirkan. Kekeringan yang berkepanjangan di Italia telah memicu kekhawatiran serius mengenai ketersediaan air, pertanian, dan ekosistem sungai.
Penampakan Jembatan Nero ini bukanlah yang pertama kali terjadi akibat surutnya air Sungai Tiber. Pada musim panas tahun 2022, fenomena serupa juga sempat terjadi, namun kali ini, surutnya air tampak lebih signifikan, memperlihatkan lebih banyak bagian dari struktur jembatan berusia dua abad tersebut.
