Monday, 31 August 2026
BREAKING
DUNIA

Jejak Harapan: Keluarga Berjuang Cari Korban Banjir Bandang Nepal yang Hilang

Oleh Heni Maulidya August 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Lima hari pasca banjir bandang dahsyat melanda Nepal, harapan untuk menemukan korban yang hilang masih terus diupayakan oleh keluarga mereka. Tragedi ini meninggalkan luka mendalam, dengan banyak individu yang belum kembali ke pelukan keluarga, menimbulkan keputusasaan di tengah upaya pencarian yang terus berlangsung.

Di tengah kekacauan pascabencana, sebuah tindakan menyentuh hati dilakukan oleh keluarga korban. Mereka memilih untuk memasang foto-foto orang terkasih yang masih dinyatakan hilang di berbagai lokasi strategis. Pemasangan foto ini bukan sekadar upaya pencarian, melainkan juga sebuah seruan keputusasaan yang menggugah empati publik, sekaligus pengingat akan skala tragedi yang dialami negara tersebut.

Banjir bandang yang terjadi pada tanggal 13-14 Juni 2024 ini telah menerjang berbagai wilayah di Nepal, menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya nyawa. Hingga kini, data resmi menyebutkan sedikitnya 35 orang dilaporkan tewas. Namun, angka ini diperkirakan masih akan bertambah mengingat banyaknya laporan orang hilang yang terus masuk.

Salah satu keluarga yang berjuang mencari anggota keluarganya adalah keluarga Sharma. Mereka kehilangan putra mereka, Ravi Sharma (25 tahun), sejak hari pertama banjir. “Kami sudah mencari ke mana-mana, tapi belum ada kabar. Foto ini harapan terakhir kami,” ujar Meena Sharma, ibu Ravi, dengan suara bergetar saat ditemui di dekat lokasi banjir di Distrik Sindhupalchok.

Upaya pencarian tidak hanya dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Nepal Police, Armed Police Force, dan Tentara Rakyat Nepal. Relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan juga turut serta. Namun, kondisi medan yang sulit akibat longsor dan sisa-sisa reruntuhan memperlambat laju pencarian. “Tim kami bekerja siang malam, namun kami menghadapi tantangan besar. Arus air masih deras dan banyak area yang sulit dijangkau,” kata Sub-Inspector Ramesh Karki dari Nepal Police.

Pemerintah Nepal sendiri telah menetapkan status darurat di beberapa distrik yang paling parah terdampak. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan tenda mulai didistribusikan, namun kebutuhan akan informasi mengenai korban yang hilang tetap menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga. Pemasangan foto-foto ini menjadi simbol perjuangan yang tak kenal lelah, sebuah ikhtiar agar orang-orang terkasih mereka tidak dilupakan di tengah duka yang mendalam.

Bagikan: Facebook X WhatsApp