PT Jamkrindo (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ekonomi yang lebih inklusif. Melalui program pemberdayaan bertajuk Harmoni Karya Inklusif, perusahaan ini fokus membangun rantai nilai usaha batik guna mendorong kemandirian para penyandang disabilitas di Karawang, Jawa Barat.
Program yang telah berjalan sejak 2023 ini bukan sekadar memberikan pelatihan, melainkan berupaya menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan bagi para pengrajin batik disabilitas. Jamkrindo menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) serta komunitas difabel, untuk memastikan keberhasilan program ini.
Direktur Utama Jamkrindo, Adrianis Yahya, menekankan pentingnya sinergi dalam upaya pemberdayaan. “Kami menyadari bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan dampak yang lebih besar. Melalui Harmoni Karya Inklusif, kami ingin memastikan para penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Adrianis Yahya saat acara penyerahan bantuan di Karawang, Selasa (21/5/2024).
Dalam acara tersebut, Jamkrindo menyalurkan bantuan senilai Rp 145.000.000 yang mencakup berbagai kebutuhan untuk pengembangan usaha batik. Bantuan ini meliputi 20 unit mesin jahit, 20 unit mesin obras, 20 set alat batik tulis, 20 set alat batik cap, 20 set alat pewarnaan, serta 150 kilogram bahan baku batik. Selain itu, diserahkan pula 10 unit laptop dan 10 unit printer untuk mendukung administrasi dan pemasaran.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat, Heri Karyawan, mengapresiasi inisiatif Jamkrindo. Ia menyatakan bahwa program seperti Harmoni Karya Inklusif sangat dibutuhkan untuk mengangkat potensi ekonomi lokal, khususnya bagi kelompok rentan. “UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengan pemberdayaan yang tepat sasaran, kita bisa membuka lebih banyak peluang bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” kata Heri Karyawan.
Lebih lanjut, program ini dirancang untuk membimbing para pengrajin batik disabilitas mulai dari proses produksi, manajemen usaha, hingga pemasaran. Tujuannya adalah agar mereka mampu menghasilkan produk batik berkualitas tinggi yang memiliki daya saing di pasar. Dengan dukungan yang komprehensif, diharapkan para pengrajin batik disabilitas di Karawang dapat mencapai kemandirian finansial dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
