Israel melancarkan ancaman balasan terhadap Inggris, menegaskan akan merespons jika London memutuskan untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Tel Aviv. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Israel, Eli Cohen, dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 Israel pada hari Kamis, 13 April 2023.
Ancaman ini muncul sebagai respons terhadap kemungkinan tindakan yang akan diambil oleh pemerintah Inggris. Cohen secara spesifik menyatakan bahwa Israel tidak akan tinggal diam jika sanksi tersebut benar-benar diterapkan. “Jika Inggris akan menjatuhkan sanksi terhadap negara Israel, maka negara Israel akan membalas,” tegas Cohen dalam wawancara tersebut.
Lebih lanjut, Cohen menguraikan bahwa tindakan balasan dari Israel akan menargetkan secara spesifik para diplomat Inggris. “Kami akan bertindak terhadap para diplomat Inggris di negara kami,” ujarnya. Ancaman ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara terkait kebijakan dan tindakan Israel di wilayah Palestina.
Pernyataan ini juga terucap di tengah laporan yang berkembang mengenai potensi sanksi ekonomi yang sedang dipertimbangkan oleh Inggris. Laporan tersebut, yang mengutip sumber-sumber di Kementerian Luar Negeri Inggris, menyebutkan bahwa London sedang meninjau berbagai opsi untuk menekan Israel terkait tindakannya yang dianggap melanggar hukum internasional. Opsi ini termasuk kemungkinan pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi individu-individu yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.
Meskipun belum ada keputusan final dari Inggris, ancaman balasan dari Israel ini menunjukkan bahwa setiap langkah sanksi yang diambil oleh London akan dihadapi dengan reaksi keras dari Tel Aviv. Situasi ini menyoroti kompleksitas hubungan diplomatik dan potensi dampak yang lebih luas dari kebijakan luar negeri terhadap stabilitas regional.
