Militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik yang berhasil mengenai kapal induk Amerika Serikat, menyebabkan kerusakan parah. Insiden yang diklaim terjadi pada Minggu (6/9) ini menjadi sorotan internasional terkait ketegangan yang terus membayangi hubungan kedua negara.
Klaim ini disampaikan oleh seorang pejabat militer Iran yang tidak disebutkan namanya. Menurutnya, serangan tersebut merupakan bagian dari latihan militer besar-besaran yang tengah digelar oleh Angkatan Bersenjata Iran. Latihan yang diberi nama “Zulfaqar 99” ini dilaporkan berlangsung di Teluk Persia dan Laut Oman.
Pejabat militer tersebut menegaskan, “Serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh pasukan darat Angkatan Darat berhasil menghantam kapal induk Amerika Serikat yang ditempatkan di Laut Oman.” Ia menambahkan bahwa kapal induk tersebut mengalami kerusakan berat akibat gempuran rudal tersebut.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun koalisi internasional mengenai insiden tersebut. Belum ada pernyataan yang dikeluarkan oleh Pentagon atau komandan pasukan AS di kawasan Timur Tengah terkait klaim Iran.
Latihan militer “Zulfaqar 99” sendiri direncanakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Latihan ini melibatkan berbagai unsur kekuatan militer Iran, termasuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Tujuan utama latihan ini adalah untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan pertahanan negara.
Iran kerap menggelar latihan militer berskala besar di kawasan strategis Teluk Persia, yang merupakan jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak global. Latihan-latihan ini seringkali diartikan sebagai unjuk kekuatan dan pesan peringatan kepada pihak-pihak yang dianggap mengancam keamanan Iran, termasuk Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan tersebut.
