Sunday, 6 September 2026
BREAKING
DUNIA

Iran, Korea Utara, dan Kuba: Kisah Tiga Negara yang Bertahan di Bawah Sanksi AS Puluhan Tahun

Oleh Heni Maulidya September 6, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

Teheran, Pyongyang, dan Havana – Tiga ibu kota ini menjadi saksi bisu ketangguhan negara mereka dalam menghadapi sanksi ekonomi dan blokade yang telah diterapkan oleh Amerika Serikat selama puluhan tahun. Iran, Korea Utara, dan Kuba menjadi contoh nyata bagaimana sebuah negara mampu bertahan dan terus eksis di tengah tekanan internasional yang masif.

Amerika Serikat telah lama menerapkan kebijakan sanksi terhadap Iran, sebuah langkah yang dimulai sejak peristiwa penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Teheran pada November 1979. Sejak saat itu, Iran terus berupaya untuk memitigasi dampak sanksi tersebut, baik melalui pengembangan ekonomi dalam negeri maupun menjalin hubungan dagang dengan negara-negara lain yang tidak terpengaruh oleh larangan AS.

Sementara itu, Korea Utara telah berada di bawah sanksi internasional yang ketat, termasuk yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat, sejak awal Perang Korea pada tahun 1950-an. Sanksi ini utamanya berkaitan dengan program nuklir dan rudal balistik Pyongyang. Meskipun demikian, negara tertutup ini terus menunjukkan kemampuannya untuk bertahan dan bahkan mengembangkan kapabilitas militernya.

Kuba juga merupakan negara yang telah lama merasakan dampak sanksi ekonomi dari Amerika Serikat. Sejak awal era pasca Revolusi Kuba pada tahun 1959, AS telah memberlakukan embargo ekonomi, komersial, dan keuangan yang melumpuhkan. Namun, Kuba, dengan sistem sosialistiknya, telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi blokade tersebut, mengandalkan sumber daya internal dan dukungan dari sekutu-sekutunya.

Ketiga negara ini, dengan latar belakang sejarah dan sistem politik yang berbeda, menawarkan studi kasus yang menarik tentang bagaimana sebuah negara dapat beradaptasi dan bertahan di bawah tekanan sanksi ekonomi jangka panjang. Keberhasilan mereka dalam mempertahankan kedaulatan dan stabilitas internal, meskipun mendapat tantangan berat, menjadi bukti nyata ketahanan geopolitik di era modern.

Bagikan: Facebook X WhatsApp