Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa mundurnya pasukan asing dari kawasan Timur Tengah merupakan syarat mutlak bagi terciptanya stabilitas keamanan regional. Pernyataan ini disampaikan Velayati sebagai respons terhadap dinamika geopolitik yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Menurut Velayati, intervensi negara-negara asing telah menjadi sumber utama ketidakstabilan dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Ia berpendapat bahwa kehadiran militer asing justru memperkeruh suasana dan menghambat upaya penyelesaian masalah secara damai oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.
Velayati lebih lanjut menjelaskan bahwa penyelesaian isu-isu keamanan di Timur Tengah seharusnya menjadi domain negara-negara di kawasan tersebut. “Keluarnya pasukan asing dari kawasan ini adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan,” ujar Velayati, menekankan bahwa solusi internal lebih efektif dan dapat diterima oleh semua pihak.
Pernyataan Velayati ini sejalan dengan pandangan Iran yang selama ini konsisten menentang campur tangan kekuatan eksternal dalam urusan internal negara-negara Timur Tengah. Iran berulang kali menyerukan agar negara-negara kawasan dapat mengelola masalah mereka sendiri tanpa tekanan atau intervensi dari pihak luar.
Selain itu, Velayati juga menyoroti pentingnya dialog antarnegara Timur Tengah untuk membangun kerangka kerja keamanan kolektif. Ia meyakini bahwa dengan menghilangkan faktor eksternal, negara-negara di kawasan ini akan lebih terbuka untuk berdialog dan mencari titik temu demi kepentingan bersama. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri siklus kekerasan dan memulihkan perdamaian yang telah lama dirindukan.
