Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan terkait pengelolaan rute pelayaran di Selat Hormuz. Kedua negara sedang dalam tahap finalisasi pengaturan untuk memastikan kelancaran dan keamanan jalur strategis tersebut.
Kesepakatan ini dicapai menyusul pertemuan antara Panglima Angkatan Laut Tentara Republik Islam Iran (Artesh), Laksamana Madya Habibollah Sayyari, dengan perwakilan Oman di Teheran pada Selasa, 23 Januari 2024. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek keamanan maritim, khususnya yang berkaitan dengan Selat Hormuz.
Laksamana Madya Habibollah Sayyari menyatakan bahwa Iran dan Oman telah sepakat mengenai rute-rute kapal yang akan digunakan di Selat Hormuz. “Kami telah menyepakati rute-rute kapal yang melintasi Selat Hormuz bersama Oman dan tengah menyelesaikan pengaturan untuk mengelola jalur perairan itu,” ujar Sayyari, seperti dikutip dari kantor berita Mehr.
Lebih lanjut, Sayyari menekankan pentingnya kerja sama regional dalam menjaga keamanan Selat Hormuz. Ia juga menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap potensi manuver Amerika Serikat di kawasan tersebut. Pernyataan ini mengindikasikan adanya kekhawatiran Iran mengenai aktivitas militer AS yang dapat memicu ketegangan di Selat Hormuz.
Sayyari menambahkan, “Kami tidak ingin ada negara asing yang ikut campur dalam urusan keamanan maritim di kawasan Teluk Persia.” Penegasan ini menunjukkan komitmen Iran untuk menjaga kedaulatan dan keamanan perairan strategis tersebut tanpa campur tangan pihak luar.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sebagian besar pasokan minyak mentah dunia. Gangguan di selat ini dapat berdampak signifikan pada pasar energi global. Oleh karena itu, kerja sama antara negara-negara regional seperti Iran dan Oman menjadi krusial untuk memastikan stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut.
