Monday, 24 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Iran Ancam Blokade Total Minyak di Selat Hormuz dan Teluk Persia

Oleh Yohanes August 24, 2026 55 minutes lalu 0 komentar

Iran melayangkan ancaman paling ekstrem di tengah memanasnya krisis geopolitik Timur Tengah. Teheran menegaskan tidak akan membiarkan setetes pun minyak mentah keluar dari dua jalur pelayaran vital, yakni Selat Hormuz dan Teluk Persia.

Ancaman ini disampaikan oleh Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Laksamana Ali Fadavi, pada hari Rabu, 13 Januari 2012. Ia menyatakan bahwa Iran memiliki kekuatan untuk menghentikan aliran minyak dari kedua wilayah strategis tersebut.

“Kami memiliki kekuatan untuk menghentikan aliran minyak dari Selat Hormuz dan Teluk Persia,” ujar Laksamana Fadavi, seperti dikutip oleh kantor berita ISNA. Beliau menambahkan bahwa jika sanksi internasional terhadap Iran diperketat, maka negara itu tidak akan ragu untuk memblokade jalur pelayaran minyak tersebut.

Lebih lanjut, Laksamana Fadavi menekankan bahwa Iran tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari Selat Hormuz dan Teluk Persia jika negara-negara Barat dan PBB terus menekan Iran terkait program nuklirnya. “Jika negara-negara Barat dan PBB terus melakukan tekanan terhadap Iran terkait program nuklirnya, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan,” tegasnya.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan internasional, termasuk sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terkait dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran. Sanksi tersebut telah berdampak signifikan pada perekonomian Iran, terutama pada sektor minyaknya yang menjadi tulang punggung pendapatan negara.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat strategis, dilalui oleh sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap harinya. Blokade terhadap selat ini berpotensi menimbulkan lonjakan harga minyak global dan mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Teluk Persia juga merupakan kawasan yang kaya akan cadangan minyak dan menjadi pusat aktivitas perdagangan energi internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp