Pemerintah Irak dilaporkan telah meluncurkan investigasi menyusul kemarahan Arab Saudi terkait serangan drone yang diduga berasal dari wilayah Baghdad. Perdana Menteri Irak, Ali Al Zaidi, secara resmi mengumumkan pembukaan penyelidikan ini untuk menanggapi tudingan yang dilayangkan oleh pihak Arab Saudi.
Serangan drone tersebut menyasar Arab Saudi, memicu respons keras dari Riyadh yang kemudian menyampaikan protesnya kepada Baghdad. Pemerintah Irak, melalui pernyataan Perdana Menteri Al Zaidi, menekankan komitmennya untuk mencari tahu asal usul sebenarnya dari drone yang digunakan dalam serangan tersebut. Langkah ini diambil untuk meredakan ketegangan bilateral dan memastikan akuntabilitas.
Penyelidikan ini diharapkan dapat mengklarifikasi klaim Arab Saudi dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas peluncuran drone dari wilayah Irak. Detail mengenai waktu pasti serangan atau jenis drone yang digunakan belum dirinci lebih lanjut dalam pengumuman awal penyelidikan.
Perdana Menteri Al Zaidi menegaskan bahwa Irak tidak akan mentolerir penggunaan wilayahnya untuk melancarkan serangan terhadap negara lain. “Kami akan menyelidiki secara menyeluruh klaim ini dan mengambil tindakan yang diperlukan jika terbukti ada pihak yang memanfaatkan tanah kami untuk tujuan jahat,” ujar seorang sumber yang dekat dengan kantor Perdana Menteri Irak, yang enggan disebutkan namanya. Pernyataan ini mengindikasikan keseriusan Irak dalam menangani isu keamanan regional.
Hubungan antara Irak dan Arab Saudi, meskipun terkadang kompleks, merupakan elemen penting dalam stabilitas Timur Tengah. Insiden seperti ini berpotensi menimbulkan gesekan diplomatik, namun respons cepat Irak dengan membuka penyelidikan diharapkan dapat mencegah eskalasi lebih lanjut dan memulihkan kepercayaan antara kedua negara.
Saat ini, tim investigasi Irak tengah bekerja untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang relevan. Hasil dari penyelidikan ini akan menjadi krusial dalam menentukan langkah diplomatik dan keamanan selanjutnya antara Irak dan Arab Saudi.
