Friday, 31 July 2026
BREAKING
DUNIA

Irak Murka, Kutuk Serangan Gabungan AS-Saudi Tewaskan 20 Warga

Oleh Heni Maulidya July 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Baghdad, Irak – Pemerintah Irak melayangkan kecaman keras terhadap serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi di tujuh provinsi negara tersebut. Serangan yang terjadi pada hari Selasa, 23 Januari 2024, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 20 orang warga sipil.

Kecaman ini disampaikan langsung oleh pejabat tinggi Irak, yang menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan negara dan hukum internasional. “Kami mengecam keras serangan brutal ini yang telah merenggut nyawa warga kami yang tidak berdosa,” ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama. Ia menambahkan bahwa Irak akan meninjau kembali hubungan diplomatiknya dengan negara-negara yang terlibat dalam serangan tersebut.

Menurut laporan awal, serangan gabungan tersebut menyasar beberapa wilayah yang diduga menjadi basis kelompok militan. Namun, pihak Irak mengklaim bahwa sasaran serangan tidak tepat dan justru menimbulkan korban sipil yang signifikan. “Serangan ini tidak hanya melanggar kedaulatan kami, tetapi juga menunjukkan ketidakpedulian terhadap nyawa manusia,” tegas juru bicara tersebut. Data korban tewas yang mencapai 20 orang masih bersifat sementara, dan angka tersebut dikhawatirkan akan terus bertambah seiring dengan laporan yang masuk dari berbagai daerah.

Pemerintah Irak mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan investigasi independen atas serangan ini. “Kami meminta komunitas internasional, khususnya PBB, untuk tidak berdiam diri dan segera mengusut tuntas tragedi ini,” kata pejabat Irak tersebut. Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil.

Serangan gabungan AS-Saudi ini menimbulkan kekhawatiran baru akan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Para pengamat menilai tindakan ini dapat memperburuk situasi keamanan yang sudah rapuh di Irak dan sekitarnya. Pihak Amerika Serikat dan Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait kecaman dari Irak tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp