Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1% pada penutupan perdagangan 12 Agustus 2026, mencapai level 6.330,56. Kinerja positif ini turut ditopang oleh aktivitas pembelian bersih (net buy) dari investor asing yang mencapai Rp326 miliar.
Pergerakan pasar yang optimis ini terjadi di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat. Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada pengumuman hasil tinjauan indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Analis pasar modal, Budi Santoso, mengamati bahwa aliran dana asing yang masuk menjadi salah satu faktor pendorong utama penguatan IHSG. “Masuknya dana asing dalam jumlah signifikan menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap prospek pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian global,” ujar Budi.
Data perdagangan mencatat bahwa investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp326 miliar. Aktivitas ini menunjukkan adanya minat investor internasional terhadap saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara itu, rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan datang menjadi salah satu katalis penting yang dinanti pelaku pasar. Data ini akan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang berpotensi memengaruhi aliran dana global.
Selain inflasi AS, investor juga menantikan pengumuman hasil MSCI Index Review. Perubahan dalam komposisi indeks MSCI dapat memicu pergerakan dana investasi yang cukup besar, baik keluar maupun masuk ke pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi domestik dan global, serta tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah dinamika pasar yang terus bergerak.
