Thursday, 13 August 2026
BREAKING
BERITA

Emas dan Perak “Nafas Tertahan” Menanti Data Inflasi AS, Harga Stabil

Oleh Emanuel August 12, 2026 1 day lalu 0 komentar

Harga emas dan perak terpantau stagnan jelang pengumuman data inflasi Amerika Serikat yang krusial. Pelaku pasar global memilih bersikap hati-hati, menahan diri dari aksi jual maupun beli yang agresif sembari mencermati indikator ekonomi tersebut. Fluktuasi harga yang minim ini mencerminkan ketidakpastian yang menyelimuti pasar komoditas berharga ini.

Pada perdagangan Senin, 10 Juni 2024, harga emas di pasar spot tercatat stabil di level USD 2.316,79 per ons. Angka ini menunjukkan minimnya pergerakan signifikan dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Sementara itu, emas berjangka AS juga menunjukkan tren serupa, bergerak tipis di kisaran USD 2.332,10 per ons.

Situasi serupa juga dialami oleh logam mulia lainnya, perak. Harga perak dilaporkan melemah tipis ke level USD 29,42 per ons. Pelemahan ini, meskipun tidak drastis, menambah gambaran ketidakpastian yang dirasakan oleh para investor di pasar komoditas.

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang dijadwalkan keluar pada Rabu, 12 Juni 2024. Data ini dianggap sangat vital karena akan memberikan gambaran terkini mengenai tingkat inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut. Hasil data IHK ini diprediksi akan sangat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Analis pasar dari OANDA, Kelvin Wong, menyatakan bahwa pelaku pasar tengah mengantisipasi data inflasi AS. “Pasar sedang menunggu data inflasi AS yang akan keluar pada Rabu. Data ini akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya,” ujar Wong seperti dikutip dari Reuters.

Jika data inflasi menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan, hal ini berpotensi memicu kekhawatiran akan adanya penundaan penurunan suku bunga oleh The Fed. Skenario ini biasanya akan berdampak negatif pada harga emas dan perak, karena suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berpendapatan tetap seperti obligasi menjadi lebih menarik.

Sebaliknya, jika data inflasi menunjukkan tren penurunan yang signifikan, hal ini bisa menjadi sinyal positif bagi emas dan perak. Penurunan inflasi dapat mendorong The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter, termasuk kemungkinan penurunan suku bunga. Situasi ini umumnya akan meningkatkan daya tarik aset safe-haven seperti emas.

Selain data inflasi AS, pelaku pasar juga akan mencermati hasil pertemuan kebijakan moneter The Fed yang juga akan diumumkan pada Rabu. Keputusan suku bunga dan proyeksi ekonomi dari The Fed akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek ekonomi AS dan dampaknya terhadap pasar komoditas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp