INALUM Pecah Rekor Kinerja di Usia 50 Tahun, Pendapatan dan Laba Melonjak Signifikan

Yohanes

Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, mengumumkan kinerja keuangan dan operasional terbaik sepanjang sejarah 50 tahun perusahaan pada Tahun Buku 2025. Pencapaian gemilang ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Kantor Inalum, Gedung Energi, SCBD, Jakarta, Senin (19/6).

RUPST tahun ini mengesahkan lima agenda utama, termasuk laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari auditor independen, Purwanto, Susanti dan Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited). Pengesahan ini juga berarti memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama periode tersebut.

Mahyaruddin A.R., Corporate Secretary PT Inalum, menyatakan bahwa rekor kinerja ini merupakan buah dari konsistensi transformasi operasional, peningkatan efisiensi, serta sinergi seluruh insan Inalum yang didukung oleh Grup MIND ID. "Kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata," ungkapnya.

Secara finansial, Inalum membukukan kinerja terkuatnya di usia setengah abad. Pendapatan perusahaan tumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan volume penjualan dan perbaikan harga jual komoditas. Laba bersih konsolidasian dilaporkan naik 15% secara tahunan (year-on-year), sementara EBITDA mengalami pertumbuhan impresif sebesar 17%.

Pada sisi operasional, Inalum berhasil mencatatkan produksi sebesar 280.082 metrik ton (mt) atau meningkat sekitar 2% dari tahun sebelumnya. Angka ini, bersama dengan volume penjualan sebesar 280.141 mt yang juga meningkat sekitar 1% (yoy), merupakan capaian tertinggi sepanjang 50 tahun perjalanan perusahaan. Kinerja operasional yang luar biasa ini ditopang oleh keberhasilan penyelesaian Proyek Pot Upgrading.

Proyek strategis ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun, tetapi juga mengadopsi teknologi tungku reduksi modern ke arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2. Peningkatan teknologi ini menjadi kunci efisiensi dan peningkatan output produksi Inalum.

Lebih lanjut, kesehatan dan tata kelola perusahaan juga menunjukkan performa positif. Inalum meraih Tingkat Kesehatan kategori "AA" dengan klasifikasi "Sehat", yang diperkuat oleh Final Rating idAA-/Stable dan Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO. Pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial Tahun 2025 tercatat sebesar 85,54 persen (Audited), dengan Peringkat Komposit Risiko berada pada Peringkat 2, menunjukkan stabilitas dan manajemen risiko yang baik.

Dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), Inalum terus menunjukkan komitmennya. Tingkat pengadopsian prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) diproyeksikan meningkat menjadi 87,54 persen pada Tahun Buku 2025, melampaui angka 81,01 persen pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini merupakan hasil tindak lanjut atas seluruh rekomendasi perbaikan yang diberikan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Inalum sepanjang 2025 juga menunjukkan dampak positif yang terintegrasi dan terukur. Inalum merealisasikan program prioritas yang mencakup pemberian beasiswa kepada 145 penerima, pelatihan bagi 110 guru, penanaman 15.000 pohon mangrove, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga lokasi berbeda, serta penyaluran pendanaan bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Program-program ini dilaksanakan melalui pendekatan Strategic Empowerment dan Strategic Engagement, sejalan dengan praktik terbaik internasional dalam pembangunan berkelanjutan.

Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Dewan Komisaris yang baru terdiri dari Musa Bangun sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen, Indra Simarta dan Ali Said sebagai Komisaris, Hari Soebagijo sebagai Komisaris Independen, serta Kardwiyana Ukar sebagai Komisaris.

Sementara itu, jajaran Direksi baru mencakup Melati Sarnita sebagai Direktur Utama, Ken Permana sebagai Direktur Keuangan, Ivan Ermisyam sebagai Direktur Operasi, Arif Haendra sebagai Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial, serta Kemal Sudiro sebagai Direktur Sumber Daya Manusia & Transformasi Bisnis.

Dengan susunan kepengurusan yang baru, Inalum optimis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan positif, memperkuat hilirisasi industri aluminium nasional, dan terus memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan bangsa dan kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All