Sunday, 16 August 2026
BREAKING
BERITA

Iran Tegaskan Kendali Hormuz, AS Diperingatkan Dampak Harga Minyak

Oleh Emanuel August 16, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak menyusul pernyataan tegas Teheran mengenai kendali atas Selat Hormuz. Pernyataan ini datang di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump yang mengklaim selat strategis tersebut sebagai wilayah Amerika dan memperingatkan potensi kenaikan harga bensin jika Iran mengganggu pelayaran.

Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi sepertiga pasokan minyak mentah dunia, menjadi titik krusial dalam konfrontasi diplomatik kedua negara. Iran, melalui pernyataan para pejabatnya, menegaskan bahwa mereka memiliki kendali penuh atas selat tersebut dan siap mengambil tindakan jika kepentingannya terancam.

Presiden Trump sebelumnya telah melontarkan pernyataan yang provokatif, mengindikasikan bahwa Amerika Serikat tidak akan mentolerir gangguan apapun di Selat Hormuz. “Mereka (Iran) akan mengalami konsekuensi yang sangat besar jika mereka melakukan sesuatu yang tidak seharusnya,” ujar Trump, mengancam akan menaikkan harga bensin di Amerika Serikat jika Iran mengganggu lalu lintas kapal minyak.

Ancaman Trump ini merujuk pada kemungkinan Iran menutup atau memperlambat lalu lintas kapal tanker minyak yang melintasi selat tersebut sebagai respons terhadap sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Pengamat menilai, tindakan semacam itu oleh Iran dapat memicu volatilitas signifikan di pasar energi global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi, menanggapi pernyataan Trump dengan menekankan bahwa Teheran memiliki hak untuk mempertahankan diri dan kepentingannya di wilayahnya. “Setiap tindakan yang mengancam keamanan dan kepentingan Iran di Selat Hormuz akan dihadapi dengan respons yang tegas,” tegas Ghasemi, seperti dikutip dari kantor berita Fars.

Kondisi ini semakin menambah ketidakpastian di pasar minyak internasional. Peningkatan ketegangan di kawasan Teluk Persia seringkali berbanding lurus dengan kenaikan harga minyak mentah. Para analis memperkirakan, jika eskalasi terus berlanjut, harga minyak dapat melonjak tajam, memberikan pukulan telak bagi perekonomian global yang masih rapuh.

Bagikan: Facebook X WhatsApp