Laporan terbaru mengungkap bahwa Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, terus menayangkan iklan yang mempromosikan materi pelecehan seksual terhadap anak di India. Temuan ini menambah kekhawatiran publik dan regulator mengenai efektivitas platform media sosial dalam mencegah penyebaran konten berbahaya.
Investigasi yang dilakukan oleh BBC Eye sebelumnya telah menemukan adanya iklan berbayar yang mempromosikan materi semacam itu di Instagram, salah satu platform Meta. Laporan baru ini melanjutkan penelusuran tersebut, mengindikasikan bahwa masalah ini belum terselesaikan dan terus berlanjut.
Menurut laporan tersebut, iklan-iklan ini secara terang-terangan mempromosikan materi yang sangat meresahkan, padahal Meta memiliki kebijakan yang melarang keras konten semacam itu. Keberadaan iklan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai mekanisme moderasi konten yang diterapkan oleh Meta, terutama di pasar sebesar India.
Pihak Meta sendiri sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk memberantas konten berbahaya di platform mereka. Namun, temuan berulang ini menunjukkan adanya kesenjangan antara klaim dan realitas di lapangan. Perusahaan teknologi besar seperti Meta memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi pengguna, terutama anak-anak, dari paparan konten yang membahayakan.
Laporan ini menggarisbawahi urgensi bagi Meta untuk memperkuat sistem deteksi dan penghapusan konten ilegal serta berbahaya. Selain itu, pengawasan yang lebih ketat dari pihak berwenang dan masyarakat sipil juga menjadi krusial untuk memastikan platform digital menjadi ruang yang aman bagi semua penggunanya.
