Saturday, 8 August 2026
BREAKING
EKONOMI

IHSG Tumbuh Nyaris 3% dalam Sepekan, Saham Ini Paling Menjanjikan dan Merugikan Investor

Oleh Yohanes August 8, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif sepanjang pekan perdagangan 3-7 Agustus 2026, membukukan penguatan signifikan sebesar 2,78%. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini berhasil merangkak naik dari level 6.236 ke posisi 6.409, memberikan gambaran optimisme di pasar modal.

Kenaikan IHSG ini turut mendongkrak nilai beberapa saham, menjadikannya pilihan menarik bagi investor. Di sisi lain, ada pula saham-saham yang justru mengalami penurunan tajam, berpotensi menimbulkan kerugian bagi pemegangnya.

Berdasarkan data pergerakan pasar, saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) menjadi salah satu emiten yang memberikan keuntungan terbesar bagi investor pada pekan tersebut. Saham SMGR tercatat melonjak 23,84% dari Rp6.375 menjadi Rp7.900.

Selain SMGR, saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) juga menunjukkan performa impresif. Kenaikan harga saham WSKT mencapai 17,86%, dari Rp1.120 menjadi Rp1.320 per lembar.

Di urutan berikutnya, saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) berhasil menguat 14,03% dengan harga bergerak dari Rp13.400 ke Rp15.300. Performa apik juga ditorehkan oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 13,65% dari Rp2.420 menjadi Rp2.750, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang menguat 13,30% dari Rp4.875 menjadi Rp5.525.

Namun, di tengah penguatan IHSG, tidak semua saham memberikan imbal hasil positif. Terdapat beberapa emiten yang justru mengalami koreksi harga yang cukup dalam. Saham PT Hanson International Tbk. (HANS) menjadi salah satu yang paling merugikan investor dengan pelemahan 19,72%, tergelincir dari Rp142 menjadi Rp114.

Saham PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) juga mencatat penurunan signifikan sebesar 15,63%, dari Rp269 menjadi Rp226. Selain itu, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) melemah 11,76% dari Rp340 menjadi Rp300, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 10,51% dari Rp2.380 menjadi Rp2.130, dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terkoreksi 9,68% dari Rp155 menjadi Rp140.

Pergerakan pasar yang bervariasi ini menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam portofolio investasi. Investor perlu mencermati lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga masing-masing saham untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp