Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan sebesar 4,24% sepanjang pekan ketiga bulan Juli 2023. Penguatan ini didorong oleh perlambatan inflasi Amerika Serikat serta masuknya Dana Pihak Ketiga (FDI) senilai Rp257,7 triliun. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang kian menarik bagi investor global.
Perlambatan laju inflasi di Negeri Paman Sam memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Kondisi ini mengurangi kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan yang agresif oleh The Fed, yang berpotensi memicu pelarian modal dari negara berkembang. Di sisi lain, masuknya FDI yang mencapai Rp257,7 triliun menjadi penopang kuat pergerakan IHSG.
Analis IPOT, Dimas Haryanto, menyatakan bahwa data FDI yang kuat ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. “Pergerakan IHSG yang solid di pekan ketiga Juli ini mengkonfirmasi bahwa Indonesia masih menjadi pilihan menarik di mata investor global,” ujar Dimas dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Dimas menjelaskan bahwa kombinasi antara inflasi AS yang terkendali dan masuknya aliran dana asing yang besar memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Hal ini tercermin dari penguatan IHSG yang melampaui ekspektasi.
Menurut data yang dirilis, IHSG berhasil ditutup menguat 4,24% pada akhir pekan ketiga Juli. Angka ini merupakan pencapaian yang impresif mengingat dinamika pasar keuangan internasional yang kerap kali bergejolak. Pihak IPOT optimis bahwa tren positif ini akan berlanjut seiring dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menarik investasi.
