IFG Synergy Day 2026 resmi digelar dengan mengusung konsep ‘Ruang Resonansi: Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya’. Acara ini menjadi wadah kolaborasi yang memadukan tiga elemen krusial: warisan budaya (heritage), edukasi, dan musik. Tujuannya adalah untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dan menciptakan nilai bersama yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Direktur Utama IFG, Robertus Bilitey, menekankan pentingnya harmonisasi antara nilai-nilai warisan dengan inovasi masa depan. “IFG Synergy Day ini adalah sebuah arena untuk kita berkumpul, berdiskusi, dan yang terpenting, bersinergi. Kita ingin menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya kita, yang kemudian bisa kita jadikan inspirasi untuk melahirkan karya-karya baru yang relevan dengan zaman,” ujar Robertus Bilitey.
Konsep ‘Ruang Resonansi’ sengaja dipilih untuk menggambarkan bagaimana interaksi antara berbagai elemen dapat menghasilkan gelombang positif dan kreasi yang lebih besar. Heritage atau warisan budaya menjadi fondasi utama, memberikan identitas dan akar yang kuat. Edukasi berperan sebagai jembatan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan, memastikan warisan tersebut dapat dipahami dan dikembangkan.
Sementara itu, musik dihadirkan sebagai elemen yang mampu menyatukan dan menginspirasi. Melalui alunan nada dan harmoni, diharapkan tercipta suasana yang kondusif untuk bertukar ide dan membangun kolaborasi. Sinergi dari ketiga unsur ini diharapkan mampu memunculkan ide-ide segar dan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Acara ini juga menjadi momentum penting bagi IFG untuk mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam membangun ekosistem yang positif. Melalui kolaborasi yang solid, IFG optimis dapat terus tumbuh dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.
