Jakarta – PT Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan bahwa program transformasinya tidak hanya berfokus pada penyederhanaan struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lebih dari itu, IFG secara strategis memperkuat tata kelola dan strategi investasinya guna mengantisipasi serta mencegah terulangnya kesalahan di masa lalu.
Direktur Utama IFG, Robertus Bilintiton, menjelaskan bahwa penataan ini merupakan langkah krusial untuk membangun fondasi yang lebih kokoh bagi perusahaan. “Kita tidak hanya melakukan streamlining, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita memperkuat tata kelola dan strategi investasi kita,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Menurut Robertus, penguatan tata kelola ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan transparansi, akuntabilitas, hingga penerapan praktik manajemen risiko yang lebih baik. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan, serta mampu memberikan imbal hasil yang optimal bagi para pemangku kepentingan.
Perubahan ini juga didorong oleh pengalaman sebelumnya. IFG menyadari pentingnya pembelajaran dari setiap langkah yang diambil. Oleh karena itu, transformasi yang sedang dijalankan dirancang untuk menutup celah-celah yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. “Kita belajar dari kesalahan yang pernah terjadi, dan sekarang kita memperkuat tata kelola dan strategi investasi kita agar tidak terjadi lagi,” tegas Robertus.
Transformasi IFG ini juga mencakup upaya untuk menyinergikan berbagai lini bisnis di bawah naungan IFG. Dengan struktur yang lebih ramping dan tata kelola yang lebih baik, diharapkan IFG dapat beroperasi lebih efisien dan lincah dalam menghadapi dinamika pasar keuangan yang terus berubah. Fokus pada penguatan investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengelolaan aset negara yang lebih produktif dan terarah.
