Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal tanker minyak di Laut Merah. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, menyusul serangkaian serangan balasan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap sasaran-sasaran di Yaman.
Serangan yang diklaim oleh Houthi ini menandai insiden pertama di Laut Merah sejak kelompok yang didukung Iran tersebut mengumumkan pemberlakuan “embargo maritim” yang ditujukan terhadap Arab Saudi. Langkah ini semakin memperparah kekhawatiran akan eskalasi konflik yang dapat mengganggu jalur pelayaran vital di kawasan tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat, melalui Komando Pusat AS (CENTCOM), mengonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap lebih dari selusin situs Houthi di Yaman pada Sabtu, 13 Januari 2024. Operasi ini merupakan respons terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Houthi terhadap navigasi internasional dan kapal-kapal komersial yang melintas di Laut Merah dan Teluk Aden.
CENTCOM menyatakan bahwa serangan udara tersebut menargetkan rudal balistik, rudal jelajah, dan rudal anti-kapal, serta sistem pertahanan udara yang digunakan oleh Houthi. “Serangan ini dirancang untuk mengurangi kemampuan Houthi untuk menyerang kapal-kapal di Laut Merah, termasuk kapal tanker minyak,” demikian pernyataan resmi CENTCOM.
Sebelumnya, pada Kamis, 11 Januari 2024, Amerika Serikat dan Inggris, dengan dukungan dari Australia, Bahrain, Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Swedia, telah melancarkan gelombang serangan pertama terhadap sasaran-sasaran Houthi di Yaman. Serangan tersebut diklaim bertujuan untuk menurunkan kemampuan Houthi dalam melancarkan serangan terhadap jalur pelayaran internasional.
Seorang pejabat senior Amerika Serikat, yang berbicara dengan syarat anonim kepada The Associated Press, mengungkapkan bahwa serangan terbaru ini menargetkan lebih dari 25 peluncur dan lokasi penimbunan senjata yang tersebar di seluruh Yaman. Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, melalui akun Telegramnya, mengklaim bahwa kelompoknya berhasil mencegat dan menghancurkan dua kapal Amerika Serikat di Laut Merah, meskipun klaim ini belum diverifikasi secara independen.
Brigadir Jenderal Saree juga menegaskan bahwa Houthi akan terus melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebagai respons atas agresi terhadap Yaman. Ia menambahkan, “Kami menegaskan bahwa kami akan terus melakukan operasi militer kami terhadap kapal-kapal musuh dan kami tidak akan ragu dalam melakukannya.”
