Friday, 31 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Hindari Bawa Barang Ini di Bagasi Pesawat Demi Keamanan Penerbangan

Oleh Muzairi M July 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh penumpang, terdapat beberapa jenis barang yang sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam bagasi pesawat. Aturan ini dibuat untuk meminimalisir risiko insiden yang tidak diinginkan selama penerbangan.

Tercatat, ada tujuh kategori barang yang sangat disarankan untuk dihindari penempatannya di kompartemen bagasi. Kelalaian dalam memperhatikan hal ini dapat berujung pada penundaan keberangkatan atau bahkan penyitaan barang.

Salah satu barang yang paling krusial untuk tidak dimasukkan ke bagasi adalah bahan peledak dan barang mudah terbakar. Kategori ini mencakup petasan, korek api, hingga cairan yang mudah menyala seperti bensin. Keberadaan benda-benda ini di dalam bagasi berpotensi menimbulkan percikan api yang dapat memicu kebakaran.

Selanjutnya, barang-barang yang mengandung gas terkompresi juga wajib dikeluarkan dari bagasi. Ini termasuk tabung gas, aerosol, dan tabung oksigen portabel. Meskipun beberapa di antaranya mungkin terlihat umum, namun risiko kebocoran dan ledakan tetap ada, terutama saat terjadi perubahan tekanan di dalam kabin pesawat.

Bahan kimia beracun, bahan radioaktif, dan barang-barang yang memiliki daya korosif juga masuk dalam daftar terlarang. Contohnya termasuk asam kuat, alkali, dan merkuri. Sifatnya yang berbahaya dapat merusak barang lain atau bahkan membahayakan kesehatan awak kabin dan penumpang jika terjadi kebocoran.

Senjata api dan perlengkapan militer lainnya, termasuk replika senjata, juga tidak diizinkan dalam bagasi. Aturan ini tegas diberlakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan dan menjaga keamanan penerbangan secara keseluruhan. Meski demikian, terdapat prosedur khusus jika penumpang perlu membawa senjata api yang legal, namun hal tersebut tidak berlaku untuk bagasi terdaftar.

Barang-barang yang mudah meledak atau menghasilkan gas pada suhu tinggi, seperti kembang api dan bahan peledak lainnya, juga menjadi perhatian utama. Kepekaan terhadap guncangan dan perubahan suhu di dalam pesawat dapat memicu insiden yang tidak diinginkan.

Selain itu, benda tajam yang tidak dikemas dengan baik, seperti pisau lipat atau alat pemotong, sebaiknya dibawa di dalam tas kabin dengan pengawasan yang tepat, bukan di bagasi terdaftar. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada barang lain atau cedera pada petugas bagasi.

Terakhir, baterai lithium, terutama yang berkapasitas besar, juga memiliki aturan khusus. Seringkali, baterai ini harus dibawa di dalam tas kabin karena potensi risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran. Selalu periksa kembali regulasi maskapai terkait pengangkutan baterai lithium.

Bagikan: Facebook X WhatsApp