Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, secara tegas mengkritik perubahan dekorasi yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Clinton melontarkan pandangannya bahwa sentuhan Trump pada interior ikonik tersebut dinilai ‘norak’ dan tidak sesuai dengan standar estetika yang diharapkan dari kediaman presiden.
Komentar Clinton ini muncul sebagai respons terhadap peluncuran buku fotografi baru yang menampilkan interior Gedung Putih di bawah kepemimpinan Trump. Buku tersebut, berjudul ‘The White House: Inside Presidential Retreats’, memotret detail-detail yang ditambahkan oleh Trump, yang dikritik oleh Clinton karena dianggap berlebihan dan tidak memiliki keanggunan.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada 22 September 2020, Clinton secara spesifik menyoroti beberapa elemen dekorasi yang menurutnya mencerminkan selera yang kurang baik. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap penggunaan warna emas yang dominan dan ornamen-ornamen yang dianggapnya terlalu mencolok. “Saya pikir itu hanya… norak,” ujar Clinton, menggambarkan dekorasi tersebut.
Clinton juga membandingkan gaya dekorasi Trump dengan pendahulunya, termasuk era kepemimpinan suaminya, Bill Clinton. Ia berpendapat bahwa perubahan yang dilakukan Trump menjauh dari kesan berkelas dan historis yang seharusnya melekat pada Gedung Putih. “Saya tidak tahu apakah Anda ingat, ketika kami pindah ke sana, kami mencoba untuk membuatnya terlihat lebih seperti rumah,” kenangnya.
Lebih lanjut, Clinton menyiratkan bahwa keputusan dekorasi Trump lebih mencerminkan kepribadiannya daripada upaya untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah Amerika Serikat. Ia merasa bahwa Gedung Putih seharusnya merepresentasikan sesuatu yang lebih besar dari sekadar selera individu seorang presiden. “Ini adalah tempat yang seharusnya terasa seperti milik semua orang Amerika, dan menurut saya, pilihan-pilihan ini tidak mencerminkan hal tersebut,” tambahnya.
Buku ‘The White House: Inside Presidential Retreats’ sendiri menampilkan foto-foto dari berbagai periode kepresidenan, termasuk era Trump. Namun, fokus kritik Clinton tertuju pada bagaimana Trump telah mengubah sebagian besar ruang di Gedung Putih agar sesuai dengan estetika pribadinya yang khas, yang seringkali dikaitkan dengan kemewahan dan gaya yang berani.
