Gunung Semeru, salah satu gunung api paling aktif di Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitasnya dengan mengalami erupsi pada Minggu, 6 September, pukul 07.51 WIB. Kejadian ini terjadi setelah adanya peningkatan aktivitas vulkanik di Anak Krakatau.
Dalam erupsi tersebut, kolom abu vulkanik teramati membumbung setinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah. Kolom abu tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke barat daya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi tercatat dengan amplitudo maksimal 22 mm dan durasi 120 detik. Aktivitas ini menegaskan kembali status Gunung Semeru yang tetap pada Level II atau ‘Waspada’.
Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh PVMBG. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak langsung erupsi terhadap permukiman warga. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi bahaya sekunder yang mungkin timbul.
Peningkatan aktivitas Gunung Semeru ini terjadi di tengah perhatian publik yang juga tertuju pada letusan Anak Krakatau yang belum lama ini terjadi. Meskipun kedua fenomena ini berasal dari gunung api yang berbeda, para ahli terus memantau potensi korelasi atau pengaruh antar aktivitas vulkanik di wilayah Indonesia yang kaya akan aktivitas geologis.
